Internal PSIS Semarang Dievaluasi
Sembari menunggu hasil penyidikan kepolisian terkait pelaporan penggelapan uang seleksi pemain, pihak Ancora juga melakukan evaluasi di lingkungan internal tim. Termasuk merunut aliran dana yang telah diberikan kepada pihak manajemen pada seleksi pemain, September-Oktober 2011.
CEO Ancora Fanda Soesilo menyebutkan, pihak Ancora sudah mengucurkan dana kepada manajemen PSIS saat seleksi. Bahkan pengeluaran terlampir laporan pertanggungjawaban (LPj) yang diserahkan Budi Santoso (saat itu menjabat sebagai manajer operasional).
“Namun setelah mengkroscek kepada pemain, terdapat kejanggalan. Pemain merasa tidak menerima uang transpor selama seleksi. Karena diduga sudah memalsukan tanda tangan, kami melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian,” jelasnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, lima pemain PSIS melaporkan dugaan penggelapan uang transportasi, dengan cara mamalsukan tanda tangan pada seleksi September dan Oktober 2011 lalu. Kejadian itu terungkap saat para pemain itu bertanding di Jakarta, Februari lalu. Akibatnya masing-masing pemain dirugikan antara Rp 1 juta-Rp 1,5 juta dengan total sebesar Rp 8.650.000.
Cemas
Setelah melaporkan dugaan penggelapan uang transportasi seleksi kepada pihak kepolisian, lima pemain PSIS diselimuti kecemasan. Mereka khawatir ada pihak-pihak yang bertanggung jawab melakukan teror sehingga latihan dalam persiapan menghadapi putaran kedua Divisi Utama 2011 tidak tenang.
“Sejauh ini sih belum ada teror, namun kekhawatiran diteror itu tetap ada. Sebenarnya kami hanya menjadi saksi atas pelaporan tersebut, karena tanda tangan kami yang dipalsukan. Sembari menunggu terselesaikannya masalah, kami akan mencoba fokus untuk berlatih,” jelas seorang anggota tim yang enggan disebutkan namanya. (suara merdeka)




















kebiasaan lama penyedot darah rakyat lewat apbd, usut tuntas ancora jangan mau dikelecein pengurus semprull