BolaIndo.com



title Judi Online
hanabet
hanabet
poker
poker
poker
poker
poker
agen bola
Bandar Betting Online Terpercaya
 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker
bet
agen bola
agen bola
agen bola
Published On: Wed, Mar 21st, 2012

La Nyalla Incar Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan untuk Timnas

"Asia Leading Online-Sports and Entertainment"

La Nyalla Mattilitti, Ketua Umum PSSI versi Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) membidik Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan untuk menangani timnas untuk menjalani pertandingan internasional.

Hal ini disampaikan oleh La Nyalla usai melaporkan hasil KLB kepada KONI. “Riedl nantinya menangani timnas senior dan Rahmad Darmawan tangani Timnas U-23. Yang jelas rencana ini telah dibahas oleh Komite Eksekutif,” katanya dengan nada serius.

Namun keinginan mantan Komite Eksekutif PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin itu kemungkinan belum bisa terwujud dalam waktu yang cepat. Pasalnya, pelatih yang membawa Timnas Indonesia meraih runner up Piala AFF 2010 saat ini masih menangani timnas Laos. Sedangkan Rahmad Darmawan saat ini menukangi Pelita Jaya.

Jika rencana La Nyalla Mattalitti mendatangkan kembali Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan menjadi pelatih timnas terlaksana, maka bisa dipastikan akan ada dua timnas Indonesia.

Betapa tidak, saat ini Indonesia telah resmi memiliki dua federasi sepak bola yaitu PSSI versi KPSI yang dipimpin La Nyalla Mattalitti dan PSSI dibawah pimpinan Djohar Arifin Husin yang saat ini masih diakui oleh FIFA sebagai induk organisasi sepak bola dunia.

Timnas senior dan U-23 bentukkan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin untuk saat ini ditangani Aji Santoso. Dan apabila keinginan La Nyalla terwujud maka ada dua timnas Indonesia dengan dua federasi sepakbola dengan nama yang sama, PSSI. (antara)

Kabarbola.com - Kabar berita terlengkap seputar sepakbola dunia

Mesingol.com - prediksi pertandingan, highlight pertandingan, dan jadwal siaran langsung sepakbola

Follow twitter @bolaindo.com untuk mendapatkan berita terbaru sepakbola Indonesia!

Displaying 31 Comments
Have Your Say
  1. Saya salut sebenarnya kepada riedel cara melatih timnas , sehingga mampu maju sampai ke titik puncak, Dan begitu juga RD dia pelatih yang penuh dedikasi, maju terus kedua pelatih ini untuk memajukan sepak bola indonesia.

  2. Favian says:

    Semua pada ribut..bangsa ini mudah sekali untuk diadu domba!!

  3. Umur Kepemimpinan Ketua PSSI Djohar Arifin Husain memang barulah seumur jagung. Namun mengenai kebijakan – kebijakan krotroversial yang dibuat dan bisa dibilang kebijakan tersebut tidak bisa diterima oleh akal, mereka tidak mau kalah oleh rezim Nurdin Nalid yang sudah berkuasa kurang lebih 8 tahun. Dengan berbagai kebijakan – kebijakan kontroversi yang dianggap melenceng ini bukan tidak mungkin rezim kepemimpinan Djohar Arifin Husain tidak akan bertahan lama.

    Djohar Arifin Husain yang terpilih melalui Kongres Luar Biasa pada bulan juli di solo beberapa waktu lalu setelah menjadi ketua PSSI langsung melakukan gebrakan dengan berbagai kebijakan kontroversinya. Kebijakan pertama djohar adalah pemecatan Alfred Riedl dari kursi pelatih tim nasional.tanpa alasan yang jelas, pelatih asal Austria tersebut dipaksa angkat koper oleh Djohar Arifin dan digantikan oleh Wim Rijsbergen. Dan belakangan pelatih asal belanda ini justru membuat masalah baru dengan menyalahkan pemain – pemain timnas terkait hasil buruk yang diterima oleh tim garuda.
    >

    Kembali ke kebijakan kontroversi PSSI di era Djohar Arifin Husain, sedari awal djohar arifin terpilih sebagai ketua PSSI saya pribadi sudah bisa menebak bahwa Ketua PSSI yang bergelar Profesor ini akan mengakomodir kepentingan – kepentingan kubu Liga Primer Indonesia (LPI). Dalam hitungan kurang dari satu bulan, PSSI tiga kali mengubah format kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. Pertama, PSSI berencana membuat kompetisi 2 wilayah dengan diikuti 34 klub dan beberapa klub yang dinominasikan sebagai calon kontestan kompetisi baru ini adalah klub klub yang musim lalu membelot untuk mengikut Liga Primer Indonesia (LPI)

    Kencangnya protes yang yang dilontarkan sebagian klub ISL musim lalu dan juga beberapa anggota exco PSSI membuat Djohar memutuskan menggunakan format lama. Tidak lama kemudian masyarakat Indonesia disuguhi dengan kebijakan tidak masuk akal dimana PSSI menentukan bahwa peserta liga kasta tertinggi PSSI menjadi 24 klub. Dan bisa ditebak klub klub yang diberi tiket gratis tersebut Persebaya, PSM, Bontang FC , Persema dll adalah beberapa klub yang sudah diambil alih oleh konsorium LPI

    Yang terakhir adalah keputusan PSSI melarang pemain ISL untuk tampil membela Timnas Indonesia. Jika PSSI benar benar melakukan kebijakan ini lalu apa bedanya PSSI sekarang dengan era Nurdin halid. Bukankah setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk tampil membela Tim garuda. Keputusan PSSI melarang pemain ISL tampil di timnas kabarnya adalah alasan mengapa pelatih Rahmad Darmawan mundur dari jabatan pelatih Timnas U-23. Belum lagi mari kita bayangkan jika pemain ISL tidak dapat membela Timnas, 90% pemain timnas yang ada saat ini adalah pemain ISL. Apa sang Profesor mau mengorbankan Timnas kita demi rasa egois beliau ?

    Jika ditanya mengapa bisa sampai ada 2 liga dalam satu Negara. PSSI lebih tahu jawabannya. PSSI menunjuk pengelola liga baru yaitu PT LPIS sebagai pengelola liga menggantikan PT LI yang sudah menjadi pengelola liga di musim – musim sebelumnya. Alasan mengapa banyak klub yang tetap ingin melaksanakan ISL dibawah PT LI antara lain belakangan diketahui bahwa 70 persen saham PT LPIS adalah milik ketum PSSI dan sisanya waketum. Belum lagi alasan PSSI member promosi gratis kepada beberapa tim semakin membuat sebagian besar klub menolak untuk mengikuti liga (IPL) dibawah naungan PSSI karena dianggap sudah mencederai asas – asas sportivitas.

    Jika sudah begini apa yang mau diharapkan dari rezim kepemimpinan Djohar Arifin Husain. Menunggu adanya kebijakan – kebijakan kontroversi baru ?. benarkah ada kepentingan dari jenggala (Arifin Panigoro) dalam hal ini kebijakan kebijakan PSSI. Kami sebagai pecinta bola dan rakyat Indonesia berharap jika PSSI dipimpin oleh seorang yang tulus membina sepak bola di negeri kita tanpa embel – embel apapun. jangan renggut jutaan mimpi anak – anak di indonesia.

    SAVE OUR FOOTBAL , LET’S KICK POLITIC FROM FOOTBAL

  4. JAKARTA–MICOM: Terungkap satu lagi kebohongan PSSI sehubungan dengan bergulirnya kompetisi level teratas.

    Dalam surat yang diterima Media Indonesia, Rabu (29/2), PSSI terbukti membohongi FIFA dengan mengatakan bahwa peserta Indonesian Premier League (IPL) semuanya merupakan klub-klub yang dulu berlaga di Indonesia Super League (ISL).

    Pernyataan tersebut merupakan balasan PSSI atas permintaan bagian legal FIFA tertanggal 30 Januari 2012 yang meminta konfirmasi ulang atas keabsahan liga profesional yang kini bergulir di Tanah Air sesuai Statuta PSSI.

    Dalam surat bertanda tangan Sekjen Tri Goestoro itu, PSSI dengan tegas menyatakan bahwa IPL merupakan satu-satunya kompetisi yang diakui oleh PSSI.

    Namun di kalimat terakhir, PSSI mengatakan bahwa seluruh peserta IPL merupakan klub-klub liga super sehingga bergulirnya IPL tidak menyalahi Statuta PSSI.

    “Partisipan IPL terdiri dari seluruh klub Liga Super seperti yang dimandatkan oleh Statuta PSSI,” tulis Tri Goestoro dalam surat tertuju ke Konsil Legal mengenai Status Pemain FIFA Laura Romer Zantonelli itu.

    Dari rencana slot 24 klub (18 ISL musim lalu plus 6 promosi gratis), kini peserta IPL hanya berjumlah 12 klub. Hanya Semen Padang dan Persijap Jepara yang merupakan peserta ISL musim lalu dan kini berkompetisi di IPL.

    Dua sisanya yaitu Persiba Bantul dan Persiraja Banda Aceh merupakan tim promosi Divisi Utama. Sementara 6 lainnya promosi gratis (Persebaya, PSMS Medan, Bontang FC, Persema, PSM Makassar, dan Persibo Bojonegoro) dan beberapa merupakan klub kloningan (Jakarta FC kloning Persija dan dualisme Arema kloning Arema ISL).

    Permintaan FIFA untuk mengonfirmasi keabsahan liga ini diduga terkait dengan status pemain yang akan berlaga di tingkat tim nasional. Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI meminta FIFA mengabulkan sejumlah nama baru yang akan diturunkan untuk berlaga di partai terakhir kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 kontra Bahrain.

    Awalnya, FIFA menolak opsi tersebut dan meminta PSSI menurunkan skuat lama yang terdiri dari Bambang Pamungkas cs. Namun dengan adanya surat ini, FIFA memperbolehkan PSSI mengirim nama-nama yang hanya terdiri dari para pemain IPL.

    Pembohongan soal kompetisi ini juga bakal dijalankan dalam Kongres Tahunan di Palangkaraya, 18 Maret 2012 mendatang. Meski sudah pasti tidak mengundang klub-klub Indonesia Super League di kongres tahunan, PSSI mencatut nama kompetisi yang dijalankan oleh PT Liga Indonesia itu.

    Hal tersebut terungkap dalam dokumen Laporan Kegiatan PSSI Juli 2011-Februari 2012 yang diterima Media Indonesia, kemarin. Di halaman 3 tentang pelaksaan kompetisi liga profesional, PSSI menulis menjalankan ISL (bukan IPL) sebagai kompetisi kasta teratas di Tanah Air.

    “Sesuai penetapan PSSI, pengelola kompetisi sepakbola profesional diserahkan kepada PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ada dua kompetisi yang dijalankan, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama,” kata pernyataan dalam laporan pertanggungjawaban PSSI tersebut.

    Hal tersebut dilakukan agar kongres tidak bertentangan dengan Statuta PSSI Pasal 23 ayat 1a bahwa peserta kongres adalah 18 klub Liga Super. Hal tersebut juga dikukuhkan dalam Kongres Bali Januari 2011 lalu yang juga disebut dalam laporan pertangungjawaban tersebut meski Ketua Umum Djohar Arifin Husin berkali-kali menegaskan tidak mengakuinya.

    “Liga super itu kan cuma istilah dalam Statuta saja, di pelaksanaannya kita menjalankan liga teratas dengan nama IPL dan di laporan pertanggungjawaban juga yang kita tulis adalah IPL, bukan ISL,” kilah Ketua Panitia Kongres Tahunan Tondo Widodo ketika dihubungi Rabu

  5. hitamputih says:

    Ketahuan Tulul Bin Gobliknya si La Nyalla,….

  6. Q-Munk says:

    Saya Setuju dengan Wan Abud….Itu Kenyataan yang sebenarnya walaupun pahit bagi pendukung ISL dan Netralmania….Sadarlah Teman2 ISL kembalilah ke Rumah Kita bersama yaitu PSSI

  7. Doel says:

    Okelah, kita berandai2 nih, PSSI-nya La Nyalla di’legal’kan FIFA misalnya, trus kompetisi berubah lagi, tim2 IPL tersingkir karena balas dendam lagi mengingat sebagian adalah milik konsorsium, tim2 IPL bikin kompetisi sendiri, ISL jadi legal, Indonesia tetap ada dua Liga lagi, nah apakah RAHMDA DARMAWAN TETAP MAU MELATIH TIMNAS ?? Karena alasan dia mundur kemarin karena ingin semua pemain baik IPL atau ISL berhak main di timnas. Dan sudah pasti IPL tetap ADA karena yg menjadi Ketua “cuma” La Nyalla yg kredibilitasnya menurut saya belum cukup mampu menjabat Ketua Umum organisasi macam PSSI, mengingat kiprahnya di Pengprov Jatim yg tidak mulus alias juga selalu ada kisruh ketika dia terlibat di suatu organisasi !

  8. Aris says:

    Kalo aku sih pilih Rencana LA NYALA mendatangkan AR dan RD,,,Kan intinya cuma melegalkan ISL.Djohar tuh seharusnya juga tahu apa yang diharapkan masyarakat indonesia ini,,bukan mementingkan kepentingan kelompok semata. Membentuk TIMNAS yang tangguh dan berprestasi. 10-0,,,,REKOR MURI DUNIA

  9. anisa says:

    gmn kl di adu di ring TINJU aja? antara la nyala melawan johar pasti lebih seru… pada keblinger semua . seandainya setiap negara ada 2 timnas trs gmn? atau org2 pada takut kalah lg? shngga ngeluarin 2 TIMNAS. terlalu…. jng remehin TIMNAS kita dong.

  10. joertul 29 says:

    Emangnya mau lawan siapa kamu bentuk Timnas,La Nyala mau lawan tarkam
    memang kamu jadi ketua PSSI yang resmi,kamu itu adalah perusak sepakbola Indonesia,kalau kamu benar2 mau memajukan sepakbola Indonesia bukan begini caranya,jangan adu kekuatan,masih banyak cara yang bijak. ohhhh LA NYALA ketua PSSI abal – abal…………………………………………………..alias tidak berguna

  11. M Yunus says:

    Segala sesuatu yang benar itu tidak perlu pembelaan tetapi mau bekerja dan tidak pernah menyalahkan orang lain serta tidak perlu mencari pembenaran karena yang benar pasti benar biar waktu yang mengeliminasi. Kita cinta Timnas indonesia….semua

  12. waduh bisa kacau sepak bola indonesia.di belahan bumi mananpun tidak ada di dlam 1 negara mmpunyai 2 pemimpin induk sepak bola. ,apalagi ada 2 timnas,,,,,
    kami setuju jika memakai jasa alfred riedl & RD karna kualitas pelatih trsebut tdak di rgukan lgi,,,teapi gmna dengan kubu johar arifin..& pastinya negara2 lain jga brtanya2 & bingung kenapa di indonesia ada 2 timnas..kami berharap kekacauan ini segera selesai…kami ingin semua nya bersatu & membngun timnas lbih tangguh ,,,,& menjadi macan asia lagi kalau perlu eropa ,,,sdah lama kita tertidur pnjang,,,,ayo indonesia
    ..

  13. anaknegri says:

    nih…namanya keblinger,yg mereka omangin bukanlah kepandaian tapi mereka semuanya memperlihatkan kebodohanya masing2…..semoga kedua kubu mendapatkan pelajaran tentang hidup yg berguna buat orang banyak..

  14. PREMAN Tuyul says:

    Timnas YG di Latih.. Riedel dan RD Pastilah Banyak Pendukungnya Stadion Bung Karno Bakal Memerah Kembali

  15. sapa ja says:

    pntaslah kyaknya kna’ snksi

  16. Adi says:

    Yang legal di mata FIFA yg jelas2 boleh mewakili Timnas suatu Negara . . . kalah – menang suporter sejati Indonesia tetap dukung Timnas!

  17. marco says:

    ntar diadu nyook.. yang menang yang wakilin Indonesia

    berapa-berapa ya.. 10-0, 20-0, 30-0…

  18. denis says:

    pada makin gila…pada makin gak jelas…yang pasti FIFA dan AFC hanya mengakui 1 PSSI dan 1 Timnas…orang gila juga pasti ngerti…….

  19. goon says:

    Yg penting semua pemain bisa membela timnas dan dilatih AR dan RD, duet pelatih mantab.. Duet macan brooooo. Daripada dibantai 10-0 malu seumur hidup.

  20. goblok lu says:

    eh lo lu pikir pakek otak sama aj pssi skrg milik sp milik si botak aripin jga gak .otak lu pikir .meskipun milik bakri toh jga hasil nya lumayan skrg milik aripin pada ancur gak karuan ….goblok lu.s.w.t.

  21. wan abud says:

    ingat riedl dulu melatih timnas kontraknya dengan bakrie bukan dgn pssi makanya dia dipecat…..kalo RD kita tau semua tidak nasionalis…sekarang melatih pelita jaya milik bakrie… tono suratman ketua koni sama aja dia komisaris pt bumi resources milik bakrie group…..hahhahahahaah semua akan terbongkar…….sepakbola indonesia benar2 dikuasai mafia!!!! waspadalah……waspadalah……

    • pitu says:

      mas,kok hidupmu begitu menderita,penuh prasangka sana sini?

    • john says:

      sy kasian liat anda @wan abud…. seuzhon n dengki, sy setuju klo ISL n IPL di adu, yg terbaik masuk ke level atas, di IPL yg bagus hny SP, Persebaya, yg lainnya adalah jelek pd waktu di ISL dan masuk klasemen bawah.

    • akmal says:

      wan abud…jangan asal tau elo!! kt prnh bangga punya timnas berkat RIEDLE & RD, klo sekarang liat hasilnya tu 10-0….
      hrs kita akui riedle & RD adalah pelatih terbaik yang pernah ada…

      • caturoshi says:

        Setuju dengan Wan Abud, memang orang Indonesia itu banyak, tapi ..? sudah jelas2 sepakbola nasional itu diseret-seret ke ranah politik, untuk pemilu 2014, buat nyalon presiden si beringin angker. Kalo prestasi Riedl apa? RD juga apa? jangan sama dengan pikiran si Nurdin, masuk final dianggap prestasi. Sebelum, Riedl and RD, Indonesia berkali-kali masuk final AFF n Sea Games pernah juga, so, mereka bukan dewa..yang perlu digalakkan adalah pembinaan usia dini,kedisiplinan dan profesionalitas seorang pemain..
        ISL banyak pemain bagus, tapi belum tentu mau main di timnas, semuanya karena apa?DUIT..

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komunitas Poker Indonesia Terbesar dan Terpercaya properti indonesia
<
[X] close
4poker