Sriwijaya FC Lepas Syamsul Chaeruddin ke PSM
Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Hendri Zainuddin menegaskan, setelah satu jam melakukan negosiasi dengan manajemen PSM Makasar. Akhirnya gelandang Sriwijaya FC (SFC) Syamsul Chairudin secara resmi tidak lagi memperkuat Laskar Wong Kito Sriwijaya FC di putaran kedua Indonesian Super League (ISL) terhitung sejak Senin (2/4/2012).
Dengan demikian, Syamsul tidak lagi diturunkan saat Laskar Wong Kito melawat ke kandang Deltras Sidoarjo pada 13 April 2012 nanti. Surat pengunduran dirinya memang sudah dilayangkan sejak Jumat (30/4/2012) lalu dan sudah dipelajari oleh Hendri.
”Tentunya, inilah bagian dari profesionalisme dalam dunia sepak bola, kita tidak bisa menghalang-halangi keinginan seseorang untuk memilih berkarir. Karena kalau dari pembicaraan dan surat pengunduran dirinya, Syamsul memang sangat ingin kembali ke kampung halamannya memperkuat PSM,”tegas Hendri.
Sementara itu, hasil negosiasi antara manajemen SFC dengan manajemen PSM Makasar serta Syamsul Chaeruddin sendiri, sudah ada kesepakatan. SFC melepas Syamsul untuk memperkuat PSM Makasar terhitung sejak putaran kedua dengan kompensasi sebagai berikut:
Pertama, manajemen PSM Makasar sudah memberikan kompensasi kepada SFC dan jumlahnya sesuai kesepakatan (dirahasiakan). Kedua, Syamsul membela PSM dan manajemen SFC melepas kewajiban membayar sisa kontrak dan fasilitas lainnya di putaran kedua.
”Kami dari manajemen sebenarnya berat melepas Syamsul mengingat kontribusinya untuk tim. Tetapi sekali lagi. kita dari manajemen tidak bisa melarang seseorang untuk menjalani karirnya dan tidak akan memaksa kehendak. Untuk itu, kami ucapkan Sayonara untuk Syamsul, terima kasih atas kontribusinya untuk SFC selama putaran pertama,” pungkasnya. (sindo)




















siapa bilang LANYALLA gak diakui berhadapan dng sayaaa! huhhhh lanyalla itu sudah berkali2 sy bilang dia sdh mendapatkan pengakuan yg sahhh dalam kongres, amanat dari SOPIR pengprov dan pengurus 2 klub, VIVA juga hadir dalam acara tersebut,malah yg punya VIVA NDB duduk di depan sbgai tamu terhormat!…HKWKWKWKWKWKWK
wolfgang lagi..wolgang lagi…ngaku berpendidikan tp cuma jd corongnya johar…dah bego masih aja koment…mana..bisa buktikan ga..klo pemilik asli persija mengijinkan jakarta fc memakai nama besar persija…..ditunggu the jak tuh di senayan untuk buktikan omongan you…IPL SERU??????wah salah liat kali si Vincent Peduli Bola Indonesia..jgn2 EPL yg sering ditonton..jadi lupa kalo IPL dan EPL beda…buta huruf atau rabun nih orang
wolfgang lagi..wolgang lagi…ngaku berpendidikan tp cuma jd corongnya johar…dah bego masih aja koment…mana..bisa buktikan ga..klo pemilik asli persija mengijinkan jakarta fc memakai nama besar persija…..ditunggu the jak tuh di senayan untuk buktikan omongan you…IPL SERU??????wah salah liat kali si Vincent Peduli Bola Indonesia..jgn2 EPL yg sering ditonton..jadi lupa kalo IPL dan EPL beda…buta huruf atau rabun nih orang
Hanya orang bodoh yang berani bilang IPL liga tarkam, sekarang ISL yang tarkam bung karena tidak diakui FIFA,lihat donk bagaiman serunya IPL kalo disiarkan tiga TV besar sekaligus…berarti potensi IPL sangat besar…kita liat aja nanti setelah musim ini apakah ada ISl lg ataukan pemain ISL akan pindan semua ke klub IPL..hahaha…sebagai pemain profesional pasti tau yang sah itu IPL bukan ISL, setelah musim ini berakhir kita baru akan liat IPL akan semakin seru…kalo gak percaya liat aja nanti, Ingat bung…!!!!FIFA kembali tegaskan hanya mengakui PSSI pimpinan Pak johar arifin bukan KPSI dan ISL tarkam..
PILIHAN YANG BODOH
HAHAHAHAAHAHAHAHA
GAJI PEMAIN DI PSM AJA GAK LANCAR MALAH PINDAH KESANA
PENGECUT BANGET GA BRANI BERSAING SAMA PEMAIN LAIN JD PINDAH DEH
hehehe,, bung JONGOS,, mari sama=-sama berpikiran positif tentang sepakbola kita, ya kalaw bisa sih jangan saling menjelekkan,, karena hanya menambah sakit hati bro/ sis, hehehe,, mari kita berikan solusi untuk kemajuan sepakbola kita dan bukan sesuatu yang aneh-aneh,, saya yakin anda orang berpendidikan, so….be wise ! Sepakbola kiiota memang sudah salah kelola sejak awal. Bukan hanya liganya saja tapi semua aspek yang ada di dalam sepakbola itu sendiri. Ingat bro/ sis, membangun sepakbola yang berprestasi tidak bisa hanya 1 atu 2 tahun, tapi butuh investasi jangka panjang. Apa saja investasinya ? Yuk mari kita lihat satu2 berikuit ini :
Infrastruktur. Hampir bisa dipastikan unsur yang satu ini menjadi syarat yang paling vital, mengapa ? Ya bagaimana mungkin seorang atlit sepakbola bisa mengeluarkan kemapuan terbaiknya kalau sebelum berlatih atau bermain saja sang atlit sudah merasa kwatir duluan dengan cedera,, belum lagi misalnya kondisi lapangan atau stadion yang drainasenya jelek, saat hujan terlihat seperti kubangan kerbau. Beluim lagi bentrok antar suporter, rasa aman dan nyaman tidak ada, dll. Kedua adalah investasi program pengembangan usia dini yang berjenjang dan berkualitas. Logikia sederhananya adalah kita mau mengharapkan hasil padi yang berkulitas dunia tapi ditanam di sawah yang kering,, bisa ndak ??? Saya teramat yakin jika pemain sekelas BP dkk sejak usia 10 atau 13 tahun ditempa melalui kompetisi berjenjang dan profesional pasti kualitasnya 2 kali lipat dari yang sekarang..apa daya..di negeri ini banyak bunga mawar ( talenta sepakbola berbakat ) yang layu sebelum berkembang. Yang ketiga: pengelolaan Liga yang profesional. Anda dan saya pasti sepakat bahwa liga Indonesia yang telah berjalan selama 10-15 tyahun terakhir masih jauh dari kata profesional. Silahkan klik di situs AFC apa saja syarat klub profesional di ASIA untuk tahun 2013. Terlalu berat bro/ sis. Keempat peran pemerintah, baik pemerintah daerah mau pun pusat.Mengapa ? Karena rata-rata pemilik stadion di Indonesia adalah pemrintah daerah. Nah jika mereka punya kemauan yang keras memanjukan sepakbola,, harusnya stadion2 di Indo. sudah bertaraf Internasional. Tapi apa yang bro/ sis lihat ? Masih di bawah standar, kecuali Sriwijaya Palembamg, Jalak Harupat, Mandala Jaya Pura, GBK, Palaran, GBT dan bbrpa di Riau. Yang lain ? Kelima : Organisasi sepakbola beserta pengurusnya dalam hal ini di Indo. adalah PSSI dan pengcab-pengcabnya. Yang terkini adalah konflik yg sedang kita lihat. Banyak kepentingan yang tidak sejalan dengan semangat fairplay itu sendiri. Masih ingat peristiwa final piala AFF leg pertama di bukit jalil ? Seluruh penonton menyaksikan dan tahu foto dan gambar yang terpampang di dalam stadion bukit jalil. Ya politisasi di dunia sepakbola sangat berakar di negeri ini. Sepakbola telah dijadikan tunggangan politik. Untuk apa ? Untuk mencari popularitas dll,,ah anda pasti lebih taw dari saya dong bro/ sis….Belum lagi klw berbicara tntang sport science, perwasitan dll,, wah rasanya hal ini tak muat menulisnya. Satu hal yang tak terbantahkan adalah bahwa : PRESTASI ADALAH INVESTASI..silahkan buktikan sendiri bung !
hehehe,, kok namanya JONGOS sih mas/mba ? Yang bagusan dikit napa ? Mas/ mba,, mari sama=-sama berpikiran positif tentang sepakbola kita, ya kalaw bisa sih jangan saling menjelekkan,, karena hanya menambah sakit hati bro/ sis, hehehe,, mari kita berikan solusi untuk kemajuan sepakbola kita dan bukan sesuatu yang aneh-aneh,, saya yakin anda orang berpendidikan, so….be wise ! Sepakbola kiiota memang sudah salah kelola sejak awal. Bukan hanya liganya saja tapi semua aspek yang ada di dalam sepakbola itu sendiri. Ingat bro/ sis, membangun sepakbola yang berprestasi tidak bisa hanya 1 atu 2 tahun, tapi butuh investasi jangka panjang. Apa saja investasinya ? Yuk mari kita lihat satu2 berikuit ini :
Infrastruktur. Hampir bisa dipastikan unsur yang satu ini menjadi syarat yang paling vital, mengapa ? Ya bagaimana mungkin seorang atlit sepakbola bisa mengeluarkan kemapuan terbaiknya kalau sebelum berlatih atau bermain saja sang atlit sudah merasa kwatir duluan dengan cedera,, belum lagi misalnya kondisi lapangan atau stadion yang drainasenya jelek, saat hujan terlihat seperti kubangan kerbau. Beluim lagi bentrok antar suporter, rasa aman dan nyaman tidak ada, dll. Kedua adalah investasi program pengembangan usia dini yang berjenjang dan berkualitas. Logikia sederhananya adalah kita mau mengharapkan hasil padi yang berkulitas dunia tapi ditanam di sawah yang kering,, bisa ndak ??? Saya teramat yakin jika pemain sekelas BP dkk sejak usia 10 atau 13 tahun ditempa melalui kompetisi berjenjang dan profesional pasti kualitasnya 2 kali lipat dari yang sekarang..apa daya..di negeri ini banyak bunga mawar ( talenta sepakbola berbakat ) yang layu sebelum berkembang. Yang ketiga: pengelolaan Liga yang profesional. Anda dan saya pasti sepakat bahwa liga Indonesia yang telah berjalan selama 10-15 tyahun terakhir masih jauh dari kata profesional. Silahkan klik di situs AFC apa saja syarat klub profesional di ASIA untuk tahun 2013. Terlalu berat bro/ sis. Keempat peran pemerintah, baik pemerintah daerah mau pun pusat.Mengapa ? Karena rata-rata pemilik stadion di Indonesia adalah pemrintah daerah. Nah jika mereka punya kemauan yang keras memanjukan sepakbola,, harusnya stadion2 di Indo. sudah bertaraf Internasional. Tapi apa yang bro/ sis lihat ? Masih di bawah standar, kecuali Sriwijaya Palembamg, Jalak Harupat, Mandala Jaya Pura, GBK, Palaran, GBT dan bbrpa di Riau. Yang lain ? Kelima : Organisasi sepakbola beserta pengurusnya dalam hal ini di Indo. adalah PSSI dan pengcab-pengcabnya. Yang terkini adalah konflik yg sedang kita lihat. Banyak kepentingan yang tidak sejalan dengan semangat fairplay itu sendiri. Masih ingat peristiwa final piala AFF leg pertama di bukit jalil ? Seluruh penonton menyaksikan dan tahu foto dan gambar yang terpampang di dalam stadion bukit jalil. Ya politisasi di dunia sepakbola sangat berakar di negeri ini. Sepakbola telah dijadikan tunggangan politik. Untuk apa ? Untuk mencari popularitas dll,,ah anda pasti lebih taw dari saya dong bro/ sis….Belum lagi klw berbicara tntang sport science, perwasitan dll,, wah rasanya hal ini tak muat menulisnya. Satu hal yang tak terbantahkan adalah bahwa : PRESTASI ADALAH INVESTASI..silahkan buktikan sendiri bung !
Sekamat Bertanding Diliga Tarkam IPL
gitu kan sama2 senang…
lha.. betul sampyan…