BolaIndo.com



title Judi Online
hanabet
hanabet
poker
poker
poker
poker
poker
agen bola
Bandar Betting Online Terpercaya
betting303
 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker
bet
agen bola
agen bola
agen bola
Published On: Thu, Apr 26th, 2012

AFC Minta Kompetisi di Indonesia Hanya Satu

"Asia Leading Online-Sports and Entertainment"

Tri Goestoro PSSISekretaris Jenderal PSSI, Tri Goestoro mengungkapkan keinginan AFC melalui tim Task Force agar dualisme kompetisi di Indonesia bisa bersatu.

“Dari AFC bahwa ini harus satu. Mereka ingin Indonesia bersatu, jangan ada dualisme kompetisi,” kata Tri di kantor PSSI, Kamis (26/4/2012).

Tri sedikit menceritakan, pada pertemuan pertama antara perwakilan PSSI dan ISL bersama tim Task Force lebih banyak membicarakan langkah-langkah menyatukan kompetisi.

“Saya lihat semangatnya sama, kami ingin semuanya beres,” bebernya.

Namun demikian, tentu semua ada prosesnya. Setelah melakukan pertemuan pertama di Hotel Rizt Carlton, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia beberapa waktu lalu. Task Force langsung menggelar rapat interen. Setelah itu, baru mereka kembali akan memanggil kedua belah pihak untuk menggelar pertemuan yang kedua kalinya demi perbaikan sepak bola Indonesia.

Kabarbola.com - Kabar berita terlengkap seputar sepakbola dunia

Mesingol.com - prediksi pertandingan, highlight pertandingan, dan jadwal siaran langsung sepakbola

Follow twitter @bolaindo.com untuk mendapatkan berita terbaru sepakbola Indonesia!

Displaying 59 Comments
Have Your Say
  1. jenggo says:

    JAKARTA–MICOM: Terungkap satu lagi kebohongan PSSI sehubungan dengan bergulirnya kompetisi level teratas.

    Dalam surat yang diterima Media Indonesia, Rabu (29/2), PSSI terbukti membohongi FIFA dengan mengatakan bahwa peserta Indonesian Premier League (IPL) semuanya merupakan klub-klub yang dulu berlaga di Indonesia Super League (ISL).

    Pernyataan tersebut merupakan balasan PSSI atas permintaan bagian legal FIFA tertanggal 30 Januari 2012 yang meminta konfirmasi ulang atas keabsahan liga profesional yang kini bergulir di Tanah Air sesuai Statuta PSSI.

    Dalam surat bertanda tangan Sekjen Tri Goestoro itu, PSSI dengan tegas menyatakan bahwa IPL merupakan satu-satunya kompetisi yang diakui oleh PSSI.

    Namun di kalimat terakhir, PSSI mengatakan bahwa seluruh peserta IPL merupakan klub-klub liga super sehingga bergulirnya IPL tidak menyalahi Statuta PSSI.

    “Partisipan IPL terdiri dari seluruh klub Liga Super seperti yang dimandatkan oleh Statuta PSSI,” tulis Tri Goestoro dalam surat tertuju ke Konsil Legal mengenai Status Pemain FIFA Laura Romer Zantonelli itu.

    Dari rencana slot 24 klub (18 ISL musim lalu plus 6 promosi gratis), kini peserta IPL hanya berjumlah 12 klub. Hanya Semen Padang dan Persijap Jepara yang merupakan peserta ISL musim lalu dan kini berkompetisi di IPL.

    Dua sisanya yaitu Persiba Bantul dan Persiraja Banda Aceh merupakan tim promosi Divisi Utama. Sementara 6 lainnya promosi gratis (Persebaya, PSMS Medan, Bontang FC, Persema, PSM Makassar, dan Persibo Bojonegoro) dan beberapa merupakan klub kloningan (Jakarta FC kloning Persija dan dualisme Arema kloning Arema ISL).

    Permintaan FIFA untuk mengonfirmasi keabsahan liga ini diduga terkait dengan status pemain yang akan berlaga di tingkat tim nasional. Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI meminta FIFA mengabulkan sejumlah nama baru yang akan diturunkan untuk berlaga di partai terakhir kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 kontra Bahrain.

    Awalnya, FIFA menolak opsi tersebut dan meminta PSSI menurunkan skuat lama yang terdiri dari Bambang Pamungkas cs. Namun dengan adanya surat ini, FIFA memperbolehkan PSSI mengirim nama-nama yang hanya terdiri dari para pemain IPL.

    Pembohongan soal kompetisi ini juga bakal dijalankan dalam Kongres Tahunan di Palangkaraya, 18 Maret 2012 mendatang. Meski sudah pasti tidak mengundang klub-klub Indonesia Super League di kongres tahunan, PSSI mencatut nama kompetisi yang dijalankan oleh PT Liga Indonesia itu.

    Hal tersebut terungkap dalam dokumen Laporan Kegiatan PSSI Juli 2011-Februari 2012 yang diterima Media Indonesia, kemarin. Di halaman 3 tentang pelaksaan kompetisi liga profesional, PSSI menulis menjalankan ISL (bukan IPL) sebagai kompetisi kasta teratas di Tanah Air.

    “Sesuai penetapan PSSI, pengelola kompetisi sepakbola profesional diserahkan kepada PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ada dua kompetisi yang dijalankan, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama,” kata pernyataan dalam laporan pertanggungjawaban PSSI tersebut.

    Hal tersebut dilakukan agar kongres tidak bertentangan dengan Statuta PSSI Pasal 23 ayat 1a bahwa peserta kongres adalah 18 klub Liga Super. Hal tersebut juga dikukuhkan dalam Kongres Bali Januari 2011 lalu yang juga disebut dalam laporan pertangungjawaban tersebut meski Ketua Umum Djohar Arifin Husin berkali-kali menegaskan tidak mengakuinya.

    “Liga super itu kan cuma istilah dalam Statuta saja, di pelaksanaannya kita menjalankan liga teratas dengan nama IPL dan di laporan pertanggungjawaban juga yang kita tulis adalah IPL, bukan ISL,” kilah Ketua Panitia Kongres Tahunan Tondo Widodo ketika dihubungi Rabu (29/2). (Ash/OL-9)

  2. jenggo says:

    JAKARTA–MICOM: Terungkap satu lagi kebohongan PSSI sehubungan dengan bergulirnya kompetisi level teratas.

    Dalam surat yang diterima Media Indonesia, Rabu (29/2), PSSI terbukti membohongi FIFA dengan mengatakan bahwa peserta Indonesian Premier League (IPL) semuanya merupakan klub-klub yang dulu berlaga di Indonesia Super League (ISL).

    Pernyataan tersebut merupakan balasan PSSI atas permintaan bagian legal FIFA tertanggal 30 Januari 2012 yang meminta konfirmasi ulang atas keabsahan liga profesional yang kini bergulir di Tanah Air sesuai Statuta PSSI.

    Dalam surat bertanda tangan Sekjen Tri Goestoro itu, PSSI dengan tegas menyatakan bahwa IPL merupakan satu-satunya kompetisi yang diakui oleh PSSI.

    Namun di kalimat terakhir, PSSI mengatakan bahwa seluruh peserta IPL merupakan klub-klub liga super sehingga bergulirnya IPL tidak menyalahi Statuta PSSI.

    “Partisipan IPL terdiri dari seluruh klub Liga Super seperti yang dimandatkan oleh Statuta PSSI,” tulis Tri Goestoro dalam surat tertuju ke Konsil Legal mengenai Status Pemain FIFA Laura Romer Zantonelli itu.

    Dari rencana slot 24 klub (18 ISL musim lalu plus 6 promosi gratis), kini peserta IPL hanya berjumlah 12 klub. Hanya Semen Padang dan Persijap Jepara yang merupakan peserta ISL musim lalu dan kini berkompetisi di IPL.

    Dua sisanya yaitu Persiba Bantul dan Persiraja Banda Aceh merupakan tim promosi Divisi Utama. Sementara 6 lainnya promosi gratis (Persebaya, PSMS Medan, Bontang FC, Persema, PSM Makassar, dan Persibo Bojonegoro) dan beberapa merupakan klub kloningan (Jakarta FC kloning Persija dan dualisme Arema kloning Arema ISL).

    Permintaan FIFA untuk mengonfirmasi keabsahan liga ini diduga terkait dengan status pemain yang akan berlaga di tingkat tim nasional. Seperti diberitakan sebelumnya, PSSI meminta FIFA mengabulkan sejumlah nama baru yang akan diturunkan untuk berlaga di partai terakhir kualifikasi Pra Piala Dunia 2014 kontra Bahrain.

    Awalnya, FIFA menolak opsi tersebut dan meminta PSSI menurunkan skuat lama yang terdiri dari Bambang Pamungkas cs. Namun dengan adanya surat ini, FIFA memperbolehkan PSSI mengirim nama-nama yang hanya terdiri dari para pemain IPL.

    Pembohongan soal kompetisi ini juga bakal dijalankan dalam Kongres Tahunan di Palangkaraya, 18 Maret 2012 mendatang. Meski sudah pasti tidak mengundang klub-klub Indonesia Super League di kongres tahunan, PSSI mencatut nama kompetisi yang dijalankan oleh PT Liga Indonesia itu.

    Hal tersebut terungkap dalam dokumen Laporan Kegiatan PSSI Juli 2011-Februari 2012 yang diterima Media Indonesia, kemarin. Di halaman 3 tentang pelaksaan kompetisi liga profesional, PSSI menulis menjalankan ISL (bukan IPL) sebagai kompetisi kasta teratas di Tanah Air.

    “Sesuai penetapan PSSI, pengelola kompetisi sepakbola profesional diserahkan kepada PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Ada dua kompetisi yang dijalankan, yaitu Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama,” kata pernyataan dalam laporan pertanggungjawaban PSSI tersebut.

    Hal tersebut dilakukan agar kongres tidak bertentangan dengan Statuta PSSI Pasal 23 ayat 1a bahwa peserta kongres adalah 18 klub Liga Super. Hal tersebut juga dikukuhkan dalam Kongres Bali Januari 2011 lalu yang juga disebut dalam laporan pertangungjawaban tersebut meski Ketua Umum Djohar Arifin Husin berkali-kali menegaskan tidak mengakuinya.

    “Liga super itu kan cuma istilah dalam Statuta saja, di
    pelaksanaannya kita menjalankan liga teratas dengan nama IPL dan di laporan pertanggungjawaban juga yang kita tulis adalah IPL, bukan ISL,” kilah Ketua Panitia Kongres Tahunan Tondo Widodo ketika dihubungi Rabu (29/2). (Ash/OL-9)

  3. jengo says:

    JOHAR SALAH BESAR, Katanya PSSI di diakui dan pemain ISL tidak dapat main karena sangksi FIFA ternyata Pemain ISL di pakai oleh Johar Arifin, Save Sally bisa main di luar ini siapa yang bohong dan siapa yang benar, jadi jagan pakai nama AFC untuk melegetimasi kebohongan PSSI Arifin, uda kalah di CAS oleh FIFA atas gugatan Persipura berarti tandanya FIFA tahu betul PSSI Johar melangar aturan STATUTA. PSSI Pebohong FIFA.

  4. jengo says:

    pokonya jagan bersilat Lida yang salah Ketua PSSI Johar Arifin cs pengurusnya buktinya gugatan persipura telah memenagkan di TASK FORCE AFC yang mesti PSSI Bayar ke Persipura ukuranya di situ bahwa AFC dan TASK FORCES melihat PSSI Johar telah melangar aturan titik PSSI melangar aturan.

  5. sabar men says:

    kita lg diusahain mandi di bak dulu biar dingin, so dibasuhin seluruh tubuh kita biar bersih, pakai sabun biar harum en tumaninah deh oleh 2 istri baru kita FIFA & AFC untuk TIMNAS yang di segani sahabat TIM negaa lain baik secup Asia maupun Dunia … Insya Alloh.

  6. wirosableng says:

    DJOHAR ARIFIN HUSIN …….

  7. dulu pssi johar arifin mnolak pmain ISL, nyatanya skrng dia meminta n mngharapkan pmain ISL untk mnjadi bgian timnas lg tetapi pemain ISL mnolak msuk timnas pssi johar arifin, brarti itu nma’a mnjilat ludah sndiri……..

  8. PKOKNYA HIDUP ISL NO IPL,… TERBUKTI IPL BKAL HANCUR BNTAR LG CZ BNYAK KLUB YG GK KUAT BYAR GAJI PEMAIN.

  9. aples papua says:

    percuma kita komentar disini kalau gak pernah dikorankan……….!!!!!!!!!kapan org2 itu tau keinginan kita tentang sepakbola ini…..!!!!!!tolong sekali kali dimuat dikoran to komentar2 rakyat ini……..!!!!!

  10. Belum genap setahun bekerja, Kabinet PSSI Djohar Arifin banyak menimbulkan masalah. Masalah – masalah yang mereka picu, lebih didasarkan kepada “balas dendam” terhadap kepengurusan lama. Berikut “Dosa” PSSI :

    1. Memutus kontrak Alfred Riedl, pelatih Timnas Indonesia secara sepihak. Pemutusan kontrak memang lazim terjadi, namun pemutusan kontrak Riedl diiringi isu bahwa Riedl tidak dikontrak PSSI melainkan dikontrak Nirwan Bakrie. Dituduh seperti ini Riedl pun meradang dan melaporkan masalah ini ke FIFA. Akhirnya FIFA meminta PSSI memenuhi kewajiban kepada Riedl seandainya kontrak diputus sebelum habis masa. Pemecatan ini juga “melukai” perasaan banyak masyarakat Indonesia, karena Riedl berhasil membangkitkan gairah masyarakat untuk mendukung timnas lagi. Ditambah pengganti Riedl, Wim Rijsbergen gagal total.

    2. Pelanggaran terhadap hasil Kongres Bali terkait kompetisi.

    - PSSI pada awal kabinet merombak habis kompetisi dari mulai ISL sampai divisi dibawahnya. PSSI menghapus divisi – divisi dan mempersilahkan semua klub dari divisi manapun untuk bergabung dengan liga level teratas asal memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan PSSI. PSSI membawa syarat – syarat AFC sebagai kualifikasi klub. Tetapi setelah menuai banyak kritikan akhirnya PSSI menggagalkan rencana ini padahal beberapa klub telah mengajukan kelengkapan administrasi.

    - PSSI setelah menerima kritikan terutama dari anggota komex ( kini dipecat ) kembali ke format Indonesia Super League sesuai dengan hasil kompetisi musim lalu. Ternyata PSSI kembali berbuat ulah dengan mempromosikan 6 klub secara gratis dengan alasan konyol seperti sejarah klub, klub icon. Inilah yang membuat para peserta ISL musim lalu akhirnya “hijrah” dari IPL ( Liga PSSI ) dan kembali membentuk ISL.

    Dikemudian hari Wakil Sekjen bidang Kompetisi, Saleh Mukadar, mengakui bahwa 6 klub promosi gratis melanggar statuta.

    - PSSI “merampas” Persija Jakarta. PSSI malah mengakui Jakarta FC sebagai Persija Jakarta dikompetisi IPL. Padahal Persija Jakarta dipimpin oleh Ferry Paulus yang dipilih berdasarkan mekanisme klub bukan Hadi Basalamah atau Sonny Sumarsono. Para suporter Persija, Jakmania pun mengakui Persija Jakarta yang berkompetisi di ISL. Fakta dilapangan membuktikan bahwa sebenarnya PSSI tahu bahwa yang mereka lakukan adalah pembajakan dan kemudian Jakarta FC yang diakukan Persija bermarkas di Madiun.

    - Bukan hanya Persija yang dirampas PSSI, tetapi Arema, PSMS termasuk klub – klub yang diacak – acak oleh PSSI.

    - PSSI memasarkan “merger” kepada klub – klub sebagai salah satu cara untuk memasukkan klub – klub eks LPI kedalam liga resmi.

    - Mengganti pengelola liga dari PT. Liga Indonesia menjadi PT.Liga Prima Sportindo.

    3. Kekalahan memalukan 0-10 dari Bahrain dan 0-2 dari Brunei Darussalam. Kekalahan 0-10 membuat FIFA turun tangan untuk menginvestigasi. Parahnya lagi PSSI sendiri mencurigai para pemain timnas yang bertanding di Bahrain ikut bermain menentukan skor.

    Kisruh ini akhirnya membuat sebagian anggota PSSI yang mempunyai hak suara membentuk KPSI. Menyikapi masalah ini akhirnya membuat AFC untuk mengadakan inspeksi langsung. AFC membuat Task Force ( satgas ) untuk mengetahui dan mengadakan rekonsiliasi antara pihak yang bertikai di persepakbolaan Indonesia.

    Satgas AFC ini beranggotakan Wakil Presiden AFC, Tengku Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, anggota Komite Eksekutif (Komeks) AFC dan anggota Komeks FIFA, Dato’ Worawi Makudi, Sekretaris AFC Alex Soosay, serta Ketua Asosiasi Anggota dan Hubungan Internasional James Johnson.

    PSSI sendiri belum mengetahui secara pasti agenda Satgas AFC ke Indonesia. Satgas hanya meminta PSSI untuk memfasilitasi mereka. Menurut kabar hari ini ( 09/04) Satgas akan mengadakan roadshow ke klub – klub ISL.

    Satgas ini merupakan hasil perjuangan AFC kepada FIFA agar Indonesia terhindar dari sanksi FIFA. AFC juga meminta pengunduran waktu deadline bagi penyelesaian dualisme kompetisi Indonesia sampai 15 Juni. AFC meminta kepada FIFA agar bisa mengusahakan rekonsiliasi dahulu untuk menghindari sanksi yang mungkin dijatuhkan.

    Harapan saya, mungkin juga semua pihak, AFC maupun FIFA bisa tahu kondisi sebenarnya yang dilakukan PSSI dan bisa kembali membawa PSSI ke jalan yang lurus.salam sada roha.bonek a.n.j.i.n.g.

  11. sebagai pecinta sepak bola saya muak dengan KPSI dan antek2 NH yang gak ngerti2 juga kalo mereka itu lembaga ilegal. AFC itu hanya mengundang PSSI dan PT.Liga bukan KPSI.
    FIFA dan AFC tidak mengenal lembaga sepak bola lain di indonesia selain PSSI.Kalo mereka sebut KPSI itu sama aja mereka menghianati anggotanya dengan mengakui yang lain yang bukan anggotanya.Pertemuan itu hanya membahas soal dualisme kompetisi bukan maslah Federasi. Udah dijelaskan berkali kali tp KPSI gak ngerti dan bahkan gak peduli.La Nyala dkk sekarang udah dianggap gila kekuasaan dan ingin mengkudeta oraganisasi PSSI yang sah,dan masyarakat indonesia tau kalo mereka adalah oknum2 yang perusak sepak bola indonesia.Jadi mendingan sekarang La Nyala Cs bubarkan KPSI aja daripada nanti berhadapan dengan masyarakat pecinta sepak bola indonesia.INGAT!!! Masyarakat sepak bola indonesia itu bukan hanya suporter ISL. Suporter ISL hanya segelintir orang,masyarakat pecinta sepak bola yang tak ada club itu ratusan juta orang yang semuanya menginginkan sepak bola indonesia maju,damai,dan timnasnya berprestasi.

  12. sapa ja says:

    isl lganya eks ipl/lpi digbungin ja dngn klub isl dan klub ipl dijadiin reserve dan untuk persema psm,persijap diturun in ke div3 dan untuk persebya d merger dgn persebaya du
    srta bikin timnas asean y smga berhasil

  13. Semar Mendem says:

    Pola pikir Rakyat sangat simple, rakyat butuh hiburan, bukan gontok-gontokan, rakyat butuh tontonan bukan kerusuhan dan penjarahan. yang penting dalam melihat sepak bolaterasa nyaman, aman dan senang

  14. Buktikan yang ada sekarang

    ISL diancam ABCDE sampai Z sampai bawa2 kapolri samapi diancam tidak bisa ikut kompetisi level dunia
    Kompetisinya tetep jalan sesuai jadwal penonton banyak
    KOmpetisi IPL diakui bisa ikut level dunia tapi penonton sepi, jadwal amburadul,

    Orang cuma butuh tontonan yang baik bukan janji ke level dunia apapun alasannya

  15. bolu says:

    asiabet
    liga365
    promosi365
    olb365
    bursabet

    Home

    Friday 27 April, 2012
    Headlines
    Piere Njanka Sudah Ikut Berlatih Bersama Persisam

    Semua Berita
    Indonesia Super League
    Indonesian Premier League
    Divisi Utama LPIS
    Divisi Utama LI
    Tim Nasional

    Home
    PSSI
    Piala Indonesia
    Liga Champions Asia
    Piala AFC
    Bintang
    Sepak Pojok
    Prediksi
    Liga Amatir
    Klasemen
    Jadwal dan Hasil

    Published On: Thu, Apr 26th, 2012
    Berita / Indonesian Premier League | By admin
    Pengurus Persija Labrak Konsorsium IPL

    Karena lebih dari tiga bulan, tidak mampu menanggung pembiayaan operasional dan tidak dapat mebayar gaji pegawai, Persija Jakarta versi indonesian Primer League (IPL) melabrak pihak konsorsium yang menaungi klub-klub IPL.

    Menurut Sekretaris manajemen PT Persija Jaya Taufik Resamaili, pihak konsorsium dalam hal ini MBI (Mitra Bola Indonesia) memang belum menyelesaikan persoalan keuangan yang seharusnya diberikan kepada klub-klub IPL selama hampir tiga bulan terakhir. Tidak hanya diprotes oleh para pemain dan manajemen klub, persoalan tersebut juga dikeluhkan oleh karyawan-karyawan di lingkup manajemen klub.

    “Saya beberapa kali menanyakan hal tersebut kepada konsorsium, namun hasilnya nihil. Konsorsium MBI tetap belum juga melunasi hak kami selama tiga bulan terakhir ini,” ujar Taufik pada wartawan, Rabu (25/4/2012).

    Selain Persija, tim-tim lain seperti Persema, Arema, Jakarta FC, Persitara dan Gresik United dikabarkan juga bernasib sama. Tim Divisi Utama Persipro Bondowoso United bahkan sudah mengundurkan diri dari Piala Indonesia yang diselenggarakan IPL karena masalah serupa.

    Para pengurus klub bahkan beberapa kali melabrak konsorsium guna mempertanyakan persoalan tersebut. Akan tetapi, Taufik mengatakan, jawaban konsorsium sejauh ini belum memuaska

  16. bolu says:

    yang ada cuma satu ISL,suporternya ramai,pemainnya berkualitas,IPLno suporternya ngak ada cuma hantu,dankwalitasnya 10-0 dankalah ama brunainegarakecil,sebebtar lagi kalah aa timurleste

    • @Bolu says:

      Apa jadinya kalau klub ISL pindah ke VIVA,ISL sdh jelas basis pendukungnya besar,terus IPL? ,siapa yg jadi suporternya,celoteh disini,seolah olah mendukung IPL,tapi kenyataannya yg di stadion gak ada,kalau mau konsisten datang dan dukung pertandingan IPL itu,supaya pemainnya dan klubnya tdk kesulitan dana,cuma komen komen seperti itu saja disini.cari solusinya gimana konsorsium mencari jalan keluarnya,yg ada komen menjelek jelekkan ISL dan KPSI.ngabisin waktu kalian saja yg komen ISL dan KPSI,ISL tetap stabil bro,memang ada yg kesulitan dana,tapi mereka mau sama sama berkorban,nah klub IPL,saat sulit begini cuma bisa ngandalin konsorsium?,apa gak bisa ngusahain sendiri?

      • jai2 says:

        Nggak ada untungnya bro… ingat yang rugi kita2 juga… pemain2 juga… pemain ikut IPL karena memang sudah kontrak dengan club, jadi ya mereka ikut club… tapi kalo sudah di larang FIFA?? pemain asing pun nggk ada yang mau main, mungkin juga pemain2 indonesia… mikir lagi dah….

        • botol says:

          bila FIFA tdk mengakui ISL,otomatis pemain asing akan hengkang dari ISL,tapi apa dengan demikian klub klub ISL ini hancur bila tdk main dlm naungan FIFA? apakah mereka akan bermain di VIVA ?,andaikata klub klub ISL tetap tdk mengakui PSSI ,dan menjalankan turnamen sendiri dan dibawah VIVA apakah otomatis suporter dan pendukung klub ISL pindah ke IPL?,saya tdk yakin,kalau semua pemain ISL karena klub ISL tdk mau menyatu dengan PSSI, lalu semua pindah ke klub klub IPL, berapa banyak pemain ISL yang akan ditampung oleh IPL?,mampukah konsorsium IPL menanggung mereka?,dan seberapa kuat PSSI menjamin kehidupan mereka bila pindah ke IPL ? , tolong dijawab pendukung PSSI.rekonsiliasi hal mudah utk diucapkan, namun tidak mudah untuk pelaksanaannya

          • JAI3 says:

            Kalo sekarang Club2 pada pindah ke ISL, karena di ISL mereka (oknum2 bakri) akan nyakin menang(is) kelak di FIFA. Tapi setelah kalah??? ya kita liat aja. PSSI pun akan harus tegas sesuai dengan aturan FIFA. Dan kita akan mendukung yang Legal. Selama ini kan masyarakat masih bingung dengan aturan dan status FIFA. kalo ISL mau jalan terus ya silahkan mas. Yang nggk mau nyatu kan hanya oknum mas, pemain dan suporter mah ikut aja mas… tapi pemain akan mikir2 juga jika ingin berkarir.

          • botol says:

            @JAI3: Mungkin anda benar, karena sulit untuk melihat keinginan publik dalam hal dukung mendukung klub yg mereka banggakan, fanatisme berbaur dengan ego,memang harus kita lihat saja ke arah mana selanjutnya, saya tetap mendukung ISL ,saya suka membuat pendapat walaupun memang pendapat saya bodoh dan tolol, namun saya suka dengan debat anda mr JAI3,ada rasa santun dan logika yang baik.

    • DEN BAGUSE says:

      pada prinsipnya bagus bila di gabung jadi satu, tapi yang lebih prinsip adalah menjadikan bola itu untuk bisa dinikmati,tanpa kekerasan, perkelahian, dan kepentingan yang lain. dari komen yang ada mereka hanya ingin sepak bola. dan sesuai dengan aturan fifa sehingga ada jenjang dan harapan di kompetensi lanjutan. ramai tidak ramai bukan masalah, krn itu tergantung lama atau baru, tapi hanya mengharapkan indonesia 2 tahun lagi garuda ku bisa terbang.konsorsium sifatnya hanya sementara membantu roda liga menuju profesional dan bila liga di kelola secara profesional pasti 2 tahun kedepan kita bisa melihat seperti sepak bola di negara maju, apa transparansi dimana ada laba dari usahanya. bila kita cermati indonesia bisa bila suporternya bisa ikut nanam saham ke clubnya atau mungkin para suporter membeli saham klubnya pasti maju tapi dikelola secara terbuka laporan keunganan bisa diakses dimanapun dan kapanpun, tapi kapan ya??????? bisa kagak. coba mari kita pikirkan

  17. Tole says:

    Aku setuju buangeet dengan pemikiran Mas Derry… Good idea!! Dukung teruss Sepakbola Indonesia!!

  18. ISL says:

    Kalo dari awal kompetisi tetap dgn ISL dan 18 klub Gak ada masalah kan ? itu aja masalahnya….jadilha melebar ke semua. Kalo pun mau merubah biarlah berjalan dahulu diawal kepemimpina DA ini, baru di thaun kedua mulai dibenahi…Ini terjadi karena ada kepentingan diluar DA. Itu aja masalahnya….Solusinya : Kembalikan lagi aja kompetisi seperti awal kemarin, karena memnag terbukti bahwa ISL lebih baik dari IPL..dari segala hal..itu gak bisa kita pungkiri kan ???

  19. Garong says:

    Waduh pada bego smua yg dukung LPI, mana ada klub2 yg baru mencret dah main di level tertinggi. Itu mah akal2 si apin aja yg belom balik modal waktu LPI ilegal, dari dulu jg yg legal LPI bos,,,,,,,,buktinya aja penontonnya sedikit,,,,,,coba dulu si apin kg bikin liga sendiri kg ada tuh dualisme. Pikir baik2 crot……..salam 10-0.

    • SUPERIONA says:

      BUAT GARONG AMATI DENGAN BAIK BERAPA CLUB DULU DI LPI DAN SEKARANG DI IPL BERAPA CLUB, KALKULASI DENGAN BAIK SELAMA 1 KOMPETISI HABIS BERAPA, APA MUNGKIN BALIK. PERTANYAAN SAYA BAGAI MANA YOU MEMBUAT DASAR STATEMENT ITU APA SUDAH DI HITUNG? KALO GAKA BISA MEMBUAT ANALISISNYA JANGAN SUKA MENUDUH. LEBIH BAIK DIAM. YANG KITA BUTUHKAN ADALAH MENGAWAL SEPAK BOLA INDONESIA YANG KITA CINTAI, LIHAT TEMAN2 KITA MEREKA MENCARI NAFKAH DARI BOLA. KALO ALASAN 24 KLUB ITU KAN LEBIH BAIK TOH PENGGAGASNYA JUGA TONI AP DAN TEMEN2NYA. HITUNGANYA
      1. MEMPERLUAS LAPANGAN PEKERJAAN
      2. MENGHIDUPKAN EKONOMI DI WILAYANGYA DENGAN BANYAKNYA KAKI LIMA YANG BERJUALAN PASTI AKAN LEBIH RAME SEHINGGA PEMASAKUAN AKAN LEBIH BANYAK DAN PUTARAN UANG JUGA BANYAK.
      3. MENJADIKAN TIMNAS LEBIH LELUASA DALAM MEMILIH PEMAIN
      4. MEMUKA RUANG BISNIS YANG LEBIH LUAS.
      JADI MASALAHNYA ADALAH BAGAIMANA SEPAK BOLA DI KELOLA OLEH ORANG BOLA DI BANTU OLEH ORANG YANG PROF DI BIDANGNYA APA SUDAH DI INDONESIA? WALAUPUN KAMI HANYA TINGGAL DI GUNUNG YANG TAK PUNYA KLUB DI isl MAUPUN DI IPL. KAMI HANYA INGIN SEPAK BOLA INDONESIA BISA MINIMAL BERSAING SI ASIA. BILA DUNIA TERLALU JAUH.

  20. Derry says:

    Syarat yang paling baik buat rekonsiliasi dan kebaikan bersama untuk musim depan adalah :
    1. Penentuan 18 tim teratas Liga Indonesia musim depan ditentukan oleh AFC bukan oleh PSSI sesuai syarat ketentuan klub profesional, melibatkan klub2 ISL dan IPL
    2. Sisanya ke Divisi Utama, PSSI dalam hal ini yang mengatur penentuan jumlah dan wilayah tim2 divisi utama tapi PSSI bukan sebagai pengelola
    3. PT yang mengatur jalannya Liga bukan lagi PT. LI atau PT LPIS melainkan di tenderkan secara terbuka buat siapa saja yg berminat mengelola LIga tentu dengan syarat dan masukan AFC (PT LI dan PT LPIS tidak berhak lagi ikut serta, ini supaya tidak ada lg conflict of intereset)
    4. Tenderkan ke televisi2 nasional mengenai siaran langsungnya secara terbuka dan independen sehingga menguntungkan klub bukan saja pemilik stasiun TV
    5. PSSI dalam hal ini cuma mengelola Divisi 1 dan dibawahnya (amatir), Liga teratas dan Divisi Utama dikelola PT yang Profesional
    6. Nama Liga Teratas bukan lagi ISL atau IPL
    7. Jalan yang terbaik adalah rekonsiliasi
    Saya kira usul tersebut diatas adalah hal paling baik untuk semuanya demi TIMNAS INDONESIA, karena cuma nama INDONESIA yang ada di rangking FIFA, cuma nama INDONESIA yang seluruh dunia tau, cuma nama INDONESIA yang bisa bikin kita bangga !!!

    • pengamat says:

      setuju sih… yang jadi masalah pemilik saham mayoritas PT baru itu siapa kalo menurut anda?

      • Derry says:

        saya pikir untuk alasan bersifat teknis seperti itu mungkin sebaiknya PSSI berkonsultasi atau studi banding dengan Liga2 Profesional, gak usah jauh2, Liga Jepang atau Liga Korea saja, bagaimana struktur pembagian sahamnya ataukah PT yg bersangkutan yg memenangkan tender pengelolaan Liga

  21. baco says:

    Kalaupun PSSI johar yang diakui sebaiknya hanya 6 TIM IPL yang digabung dengan TIM LSI. Tim harus yang betul betul sudah mapan, memenuhi stndard FIFA/AFC dan mempunyai nilai jual .salah satu contoh adalah Semen Padang

  22. baco says:

    Kalaupun PSSI johar yang menang sebaiknya hanya 6 TIM IPL yang digabung dengan TIM LSI. Tim harus yang betul betul sudah mapan, memenuhi stndard FIFA/AFC dan mempunyai nilai jual .salah satu contoh adalah Semen Padang

  23. Sudah menjadi budaya dan sejarah bahwa bangsa ini sangat gambapng diadu domba yg akhirnya tercerai berai marilah kita merenung demi kemajuan sepak bola negeri tercinta ini…. maju terus PSSI

    • Maju Terus KPSI dan klub ISL…,kalau gak diakui lanjut ke Klubnya VIVA,yg penting klub dan pemain dapat melangsungkan kehidupan mereka.saya cuma heran pendukung IPL di sini tidak mau komen di berita berita klub IPL, dukung kagak lo?,buat komen dan pendapat duukung PSSI dan otomatis dukung IPL, tapi kalau di berita IPL lagi kesulitan gak mau membesarkan hati dan semangat mereka,komen lu semua pada cuma ingin dibaca orang spy org bilang “wah bener nih komennya,hebat lo komen kamu”,dasar bilangnya pendukung PSSI..Sok lu..

  24. sudahlah…. sebenarnya kompetisi yang ada sampai sekarang ya cuma satu yakni IPL, itu nyg diakui PSSI… jd untuk PSSI show must go on…. ISL itu bukan dibawah naungan PSSI… bisa dibilang itu turnamen aja sudah beres… biarkan NYALA bikin TIMNAS sendiri EGP gitu loooo… Timnas dr negara Indonesia bagian mana???????

  25. tribun merah says:

    HARUSNYA BAKRI SAMA APIN BELI KLUB SATU SATU AJA JANGAN MALAH BELI KOMPETISI SATU SATU,
    KLUB A DIBIAYAIN BAKRI (MISAL KAYA MADRID),
    KLUB B DIBIAYAIN APIN (MISAL KAYA M.CITY),
    BAKRI SAMA APIN HAMBUR HAMBURIN DUIT KE KLUB MASING MASING,
    NANTI DIADU DALAM KOMPETISI INDONESIA, PASTI NANTI BALKALAN ADA DERBY MENARIK KALO KEDUAKLUB PENGUASA INDONESIA BERADU DAN KOMPETISI INDONESIA SEMAKIN MENARIK..

  26. KPSI KOCLOK says:

    LAMA LAMA KPSI BIKIN AFC SENDIRI TRUS LAMA LAMA BIKIN FIFA SENDIRI TRUS INDONESIA JADI TERKENAL SEBAGAI PERUSAK SEPAKBOLA DUNIA.. SELAMAT ATAS PRESTASI KITA!

  27. Bhledegh says:

    Stlah itu silahkan menyimpulkan sendiri siapa sebenarnya yg membuat kacau PSSI..

  28. Bhledegh says:

    Mari kita renungkan dg hati yang bersih dan pikiran yang jernih Poin-poin penting wawancara Tony A dg majalah Tempo :

    1. Kalau FIFA akhirnya hanya mengakui PSSI PSSI Djohar?
    Tony A : Itu hak FIFA, silahkan aja. FIFA berarti sudah merestui dan merekomendasikan federasi yang keliru.
    (Logika apa yang dipakai KPSI sehingga menganggap FIFA keliru? Bukannya FIFA adalah induk organisasi dari federasi sepakbola seluruh dunia? Apakah KPSI sudah sedemikian pintarnya sehingga sampai bisa menganggap FIFA keliru?)

    2. Kalau FIFA berpihak pada Djohar, PSSI anda bubar dong?
    Tony A. : “Kami jalan terus. Kami bentuk kompetisi sendiri, kami bentuk timnas sendiri, Alfred Riedl yang jadi pelatih kepala. Kita uji nanti versi sana dan sini, mana yang paling bagus.”.

    (KPSI sepertinya masih terpesona dengan euforia “runner up” Piala AFF. Lagi pula, siapa yang mau bertanding dengan timnas yang tidak diakui.

    3. Wah, apa bisa begitu, legitimasinya bagaimana?
    Tony A. : “Peduli amat! Tidak ada masalah, yang penting kan sesuai arahan AFC: “Lupakan Liga Champion Asia. You bereskan kompetisi dulu.”.

    (Logika yang sangat gila! Apakah klub-klub ISL masih berani berpihak pada KPSI jika mereka tidak peduli dengan legalitas? Kalau memang sudah sesuai dengan arahan AFC, kenapa kok tidak meminta legalitas sekalian? )

    4. Kalau begitu bagaimana mereka punya kesempatan bertanding di tingkat internasional?
    Tony A : “Tidak usah ikut jalur FIFA. Masih banyak konfederasi yang lain, seperti Asia Oseania”.

    (Poin inilah yang bikin saya tertawa terbahak-bahak. Apakah Tonny tidak tahu semua konfederasi ujung-ujungnya memang berinduk ke FIFA? Memang sih ada piala dunia yang tidak dibawah FIFA, tapi VIVA World Cup. Kalau mau, ya silahkan saja).

    5. Itu kan dibawah FIFA juga?
    Tony A. : “PEDULI AMAT! Yang penting kami bisa memperlihatkan prestasi anak kami pada khalayak, dan memperlihatkan mana yang benar”.

  29. preman asli says:

    orang2 yg mendukung IPL dan ISL gak usah komenlahhh di sini kayak syetan aja sy liat begoknyaaaaaa!…mending kita seperti @ roto dukung kedua liga bersatuuu dan sama2 ganti namanya, titikkk! kalau anda dukung lanyalla dan ISL sama ajaa bakal ada liga ilegal LPI atau sebaliknyaa! orang kalau sdh panatik bola gak ada istilahhh rugiii, apalagi maluu kalau ketahuan ruginyaaa! sebenarnya baik si bakhri dan si ARIPIN sama2 RUGIII BARCELONA aja punya hutangggg milyarannn apalagi klub indonesia! makanya dukungglahh persatuannn jng ikutkan keegoisannn, kalau anda masihh egois jugaaa campakkan di ri andaa ke lumbung WC biar nyadarrr!..

      • tahunya kloningannnnn ajaaaaa…..anda tahuu gak dulu mau di tambahhhh 34, kemudian ada yg nolak, alasan klub2 bakhrii bukan krn kloningan tapii terlalu banyakkk! di buat PSSI 2 wilayahhh ehhh malah katanya melanggar STATUTA FIFA dan AFC, di lobi olehh PSSI AFCnyaaa berhasil dng alasan
        1/ indonesia luas
        2/dan punya klub2 bola lbh banyakkk dri negara2 lain apalagi jika di bandingkan eropaaa, gak sebandinglahh.
        udah di trimaaa banyakkk lagii ocehan2 klub2 bakhriii kayakkk mulut perempuannn, termasuk HARBIYANSYAHHH HANAPIAHHH DKKK menurut sy mereka itu adalahhh perempuann yg menjelma laki2, ente gak lihattt si HARBIYANSYAHHH penggerak KPSI pakai kalungggg kayak cewekk/bancii dikirainnya kelihatan remann padahalll kayak banciii krn mulutnya selalu ngomell, jangan2 ituuu bapak ente yaaaaaa….suruh tobat tu orangggg!…

      • jai says:

        Ya elah BRO, kalau hanya itu yang di permasalahkan, mending clubnya di gabung jg beres, dari pada di sangsi FIFA??? kok pikiran lu sama kerdilnya ama orang2 KPSI. Itukan masalah kecil BRO… orang yang main diliga juga bangsa2 kita, anak2 muda kita juga… kok maunya lu di hasut, apa lu juga bagian propokatornya KPSI???? Dari awal lengser aja udah nggk baik, semua document dibawa kabur semua ama orang2 KPSI, nggk ada serah terima pengurus lama dan baru, di audit aja nggk mau… jadi PSSI harus dr NOL bro… dari situ aja lu udah liatkan niat JELEKnya, jadi memang sengaja maslaah kecil di besar2kan… intinya cuman maslaah bisnis aja bro… mana mau mereka direpormasi??? termasuk mafia2 wasit dan Tiketing.

        • botol says:

          Kalau Klub-klub ISL tersebut sdh jelas ikut ke KPSI dan akhirnya bila ditolak FIFA,tdk masalah ikut ke VIVA,toh pendukungnya tetap ikut support,terus utk pendukung PSSI dan IPL,silakan beri pendapat mengenai kemajuan PSSI dan IPLnya,nagapain mau mencela KPSI dan ISL ? dukung sono klub klub IPL,kalau kalian mau bela ya silakan,gak masalah kok.cari solusinya utk mereka ,jgn ngatas namakan indonesia,cuma agar liga tersebut laku, mau cari pendukung,tapi dengan cara mencela dan menjelek jelekkan klub ISL dan KPSI bukan cara yg baik.

          • jai says:

            Ini bukan maslah mendukung Broo… ini masil masa rekonsiliasi, berharap tidak di sanksi FIFA, kita mau semuanya bermain lagi bersama… kan enak bro… ini bukan maslaah mencela ISL bro… tapi emang itu adanya… suporter kan mendukung, emang karena clubnya ada di ISL, tidak lagi melihat akar masalahnya.

  30. roto says:

    kompetisi hanya satu yaitu INDONESIAN LIGA atau I-L gak ada IPL atau ISL

  31. Toi says:

    Lol : sok tau lo kayak lo ikut pertemuan aja

  32. lol says:

    yap pastilah menginginkan pertemuan kedua, karena apa? karena pada pertemuan pertama PSSI djohar kalang kabut ditanya tentang banyaknya laporan yang melenceng, di pertemuan kedua nanti biar pengacara2nya yang menghadap tidak seperti kemarin Wakil ama pak Tri kurang persiapan. karena apa?? karena untuk bangsa indonesia. karena apa?? karena kami sudah mengalami banyak kerugian. karena apa?? karena wajan ama panci kagak cukup nutupin muka kami, PSSI

    • @Lol says:

      Betul saya setuju pendapatmu.saya dukung KPSI,kalau PSSI bilang tf cuma menyinggung 2 kompetisi saya yakin mereka salah paham,karena bila menyinggung ISL otomatis harus menyinggung KPSI yg mewadahi mereka,klub klub ISL sdh jelas menyatakan kalau mereka hanya mengakui KPSI,tentu resiko pasti ada,mungkin pindah ke VIVA,diejek pendukung PSSI,juga gak masalah, nah masalahnya liga yg diusung PSSI ,kenyataannya tidak laku,hal ini yg seharusnya dipikir sama pssi.masih mau bargaining PSSI,mau menonjolkan sikap amtenaar,ala priyayi PSSI ?

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komunitas Poker Indonesia Terbesar dan Terpercaya properti indonesia
<
[X] close
4poker