BolaIndo.com



title Judi Online
hanabet
hanabet
poker
poker
poker
poker
poker
agen bola
Bandar Betting Online Terpercaya
betting303
 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker
bet
agen bola
agen bola
agen bola
Published On: Sun, Apr 29th, 2012

PT LPIS Siap Desak Konsorsium

"Asia Leading Online-Sports and Entertainment"

PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS), akan desak pihak konsorsium untuk mengucurkan dana yang tersendat. Hal ini terkait, terjadinya krisis finansial yang dialami klub-klub Indonesia Premier League (IPL) di awal putaran kedua.

Krisis keuangan yang berujung pada mandeknya kinerja klub-klub IPL, dirasakan begitu nyata akhir-akhir ini. Setelah Persema Malang terang-terangan berbicara jika pihaknya sudah dua bulan tidak lagi mendapat kucuran dana pihak konsorsium, klub-klub seperti Persija Jakarta dan PSM Makassar juga mengeluhkan hal yang sama.

Masalah-masalah yang dialami klub-klub IPL di atas memang cukup bervariasi. Namun, apa yang dirasakan klub tersebut tentu saja akan berdampak sangat besar jika didiamkan begitu saja. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak PT LPIS pun berniat untuk menayakan keluhan dari klub-klub tersebut kepada pihak konsorsium. Langkah itu diambil PT LPIS, mengingat sudah adanya ancaman mogok bermain dari klub peserta IPL.

“Kami akan berusaha untuk membantu klub-klub tersebut bertemu dengan pihak konsorsium. Dan hal itu, akan jadi salah satu bentuk usaha bantuan dari PT LPIS. Kami akan desak mereka (konsorsium), untuk terus menjalani komitmen awal dengan membiayai klub-klub IPL sampai akhir musim kompetisi,” ungkap CEO PT LPIS, Widjayanto kepada wartawan, Minggu (29/4/2012).

Widja, sapaan akrab Widjayanto pun menjelaskan, jika kompetisi yang dikelolanya saat ini benar-benar mendapatkan dampak besar atas keterlambatan tersebut. Akan tetapi, Widjayanto juga mengingatkan, jika apa yang terjadi saat ini adalah satu proses adaptasi. Hal itu mengingat tidak lagi klub-klub yang bermain di IPL mendapatkan kucuran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Yang perlu dipastikan adalah, sebagai penyelenggara liga, kami juga terkena dampak dari masalah ini. Tapi, PT-PT tersebut kan baru dibentuk. Dan perpindahan dari APBD ke non-APBD juga harus diperlukan adaptasi. Tapi kalau saya rasa, tetap ada bantuan dari pihak sponsor yang sebenarnya sedikit banyak membantu klub-klub tersebut soal pendanaan,” papar Widjayanto.

“Tapi hal-hal seperti ini wajar-wajar saja terjadi saat ini, karena kami pun masih dalam era transisi. Kalau saya boleh katakan, di kompetisi sebelah juga masalahnya tidak lebih dari ini. Karena kabarnya, di kompetisi sebelah juga ada klub yang sudah empat bulan tidak menerima gaji para pemainnya. Jadi, kita harus fair menilai masalah ini,” sambung pria yang juga mantan wartawan tersebut.

Agar masalah-masalah seperti ini tidak terus berlanjut di musim-musim kompetisi selanjutnya, pihak PT LPIS pun kembali mendengung-dengungkan diterapkannya salary cap. Kebijakan tersebut dilakukan, untuk mengantisipasi pemborosan yang dilakukan oleh seluruh klub IPL yang dibiayai langsung oleh pihak konsorsium.

“Dari awal saya sampaikan, jika saat ini klub-klub di Indonesia harus benar-benar berbenah dan sangat dibutuhkan bentuk penerapan salary cap. Di awal kami selalu dengung-dengungkan hal itu. Tapi klub menolak. Saya rasa, musim selanjutnya hal itu harus benar-benar diterapkan dengan baik,” terang Widjayanto.

Keluhan atas keterlambatan yang terjadi di klub IPL, juga disuarakan oleh pemain. Bomber Persija, Emanuel De Porras, dengan tegas menyatakan jika keterlambatan hak yang harus diterimanya tersebut jelas memberikan pengaruh kepada pemain. Tapi, walau masalah tersebut membuatnya kesulitan, penyerang asal Argentina ini akan terus profesional menjalani kontrak yang ada.

“Bohong jika kami tidak terganggu dengan adanya masalah tersebut. Tentu setiap pemain akan terganggu konsentrasinya, jika hal-hal yang harusnya didapatkan tidak berjalan dengan sempurna. Tapi kami tidak mau hal itu membuat permainan kami tidak maksimal, karena kami harus tetap bersikap profesional,” tutup De Porras. (oz)

Kabarbola.com - Kabar berita terlengkap seputar sepakbola dunia

Mesingol.com - prediksi pertandingan, highlight pertandingan, dan jadwal siaran langsung sepakbola

Follow twitter @bolaindo.com untuk mendapatkan berita terbaru sepakbola Indonesia!

Displaying 16 Comments
Have Your Say
  1. BOSS IPL says:

    Jangan menghina ya, memang kami gak becus urus kompetisi, gak jelas pendanaan konsorsium, ada pemain yang belum gajian, masih gamang ngurus bola, hampir tiaraplah, ya emang gitu kenyataannya hik hik hik.

  2. pippo says:

    iya nih , jadi pengen tau.. konsorsium itu siapa sih..??? jangan-jangan ga ada wujudnya.. kok bisa yah pada ga tau..

  3. mUkamu Kadal says:

    Didesak bagaimanapang ya ndak bisa, wong uangnya sudah menipis pis cocok kata komentar teman teman

  4. konsorsium itu siapa sih….!? orang2nya siapa aja sih…!? trus dananya dari mana sih….!? kok ga jelas…!?

  5. NAMAKU EDO says:

    Yang jelas pada awalnya mereka hanya mau menguntit dan menjilat sang BOS PANIGORO demi pekerjaan dan Uang, Wijayanto jauh beda dengan Djoko Driyono dalam profesionalitas mengelola kompetisi, juga yg lain macam Sihar Sitorus, Bernard Limbong, Bob Hippy… mereka sangat jauh dari kata kapabilitas, ditambah lagi sang ketua DJOHAR ARIFIN semakin bloon saja kelihatannya dan sering membuat keputusan kontroverisal seperti mengangkat RAMADHAN POHAN jadi pengurus Timnas??? Secara nyata setelah diangkatnya pengurus baru PSSI tak ada yg bisa diharapkan, konyol dan semakin parah prestasi Timnas… Andai Timnas ditangani oleh IMAN ARIF (PSSI KPSI) kita akan bisa lihat suatu kekuatan hebat dg hadirnya beberapa pemain Naturalisasi PLUS bintang Indonesia ( Stevano Lilipaly, Joe Suk, Greg Nkwolo, Victor Igbonevo, Diego Michel + Bambang Pamungkas, Syamsir Alam, Alfin Tuasalamony, Tibo dll dll ) kita yakin tak akan terjadi 0-10!!!

  6. bolu says:

    ha..ha..ha..,emang mudah muter kompetisi,semoga IPLtutup dan selamatlah timnas ngak kalah 10-0 lg,sebaiknya seluruh yg terlibat IPL jadi pengemis aja…

  7. nuha says:

    “di kompetisi sebelah juga masalahnya tidak lebih dari ini”
    haha komen yang aneh dari wijayanto, ciri orang muniafik selalu mengoreksi kesalahan orang lain tanpa berkaca pada keselahan diri sendiri “Munafik LPI”

  8. Tinggal Tunggu waktu si Botak Bangkrut IPL Bubar

  9. Bonek says:

    LIGA LPI GA PAKE APBD TAPI PAKE APBK ( anggaran pendapatan belanja konsorsium)KLUB LPI DI SUSUI SAMA KONSORSIUM KAALU KONSORSIUMNYA BANGKRUT OTOMATIS KLUBNYA JUGA BANGKRUT….

  10. Bonek says:

    ISL AJA GA PAKE APBD OON… GA KEKURANGAN UANG, BUKA MATAMU LEBAR-LEBAR KLUB ISL MALAH DIBANJIRI SPONSOR LIHAT JERSEY TIM ISL PENUH DENGAN SPONSOR. LPI DIBIAYAI KONSORSIUM KALAU SUDAH GA PUNYA UANG KLUB NYA AKAN MATI.

  11. SELALU CARI ALASAN YANG DICARI-CARI, BANYAK NGOMONG KE MEDIA (PROPAGANDA)- KERJANYA NOL BESAR, TIMNASNYA 0-10. PROPAGANDA, KLAIM, BANYAK ALASAN TANDA TONG KOSONG NYARING BUNYINYA. DARI DULU JUGA NGAKU PROFESIONAL, HEBAT, ANTI KORUPSI, TRANSPARAN dll. KONSORSIUM ITU TERDIRI DARI SIAPA AJA SELAIN PANXGORO COBA JELASKAN, MEDIA AJA NGGAK TAU. JANGAN2 KONSORSIUM PENCUCIAN UANG.

  12. hanafi mw says:

    IPL mulai bangkrut, ada istilah jawa becik ketitik olo ketoro, coba dilihat semakin banyak club IPL yang jadi korban atas permainannya sendiri conto Persema. PSMS,Persija Siluman dlsb., sing bener Konsersium IPL gak perlu mencairkan dana, percuma tidak ada manfaatnya bagi sepak bola nasional, karena semua gak halal jadinya ya carut marut, lebih baik kembali ke kitoh ke ISL, ayorek beserkan hati .. kembali ke kitoh .// busungkan dada Nasional mu.

  13. GOBLOK AMAT YAH WIDJAYANTO..UDHA BIKIN JADWAL GA BISA…LIGANYA KACAU…GA DATANG PAS PERTANDINGAN GA KENA WO….KARTU KUNING BISA DIPUTIHKAN..WASITNYA LEBIH PARAH DARI WASIT ISL

    • cangklong says:

      betul betul betul, kalo IPL udah megap2, pengurusnya jangan bawa2 ISL dong, urus aja diri sendiri (IPL). Kan dulu katanya hebat, gak pake APBD tapi didanai konsorsium, teruskanlah itu. IPL itu ada karena kesombongan/tidak mau kalahnya si arifin panigoro dan akhirnya memecah belah klub2 yang ada di Indonesia !

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Komunitas Poker Indonesia Terbesar dan Terpercaya properti indonesia
<
[X] close
4poker