BolaIndo.com






hanabet
hanabet
poker
poker
poker
poker
poker
agen bola
betting303
 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker
bet
agen bola
agen bola
agen bola
agen bola
Published On: Thu, Apr 25th, 2013

Pieter Rumaropen Menyesal Tonjok Wasit

"Asia Leading Online-Sports and Entertainment"

Pieter Romaropen

Penyesalan memang datang terlambat. Itulah yang sedang dirasakan penyerag Persiwa Wamena, Edison Pieter Rumaropen. Dia menyesali aksinya memukul wasit Muhaimin.

Rabu (24/4/13) kemarin, Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan menghukum penyerang berusia 29 tahun itu dengan larangan tampil di atas lapangan hijau seumur hidup.

Aksi pemukulan Pieter terhadap terjadi ketika Persiwa kalah 2-1 dari Pelita Bandung Raya (PBR), Minggu (21/4/13). Pada menit ke-79, Muhaimin memberikan hadiah penalti kepada PBR setelah Nova Aryanto yang membantu penyerangan ditekel OK Jhon.

Keputusan itu diprotes pemain Persiwa yang menganggap OK Jhon melakukan tekel bersih. Dalam aksi tersebut, Pieter Romaropen melakukan gerakan pukulan ke arah mulut wasit Muhaimin. Aksinya itu tertangkap oleh kamera.

Mendapat hukuman dari Komdis PSSI, Pieter mengaku tidak memiliki niat untuk memukul Muhaimin. Saat itu, dia hanya ingin menariknya untuk berdiskusi mengenai keputusan wasit memberikan penalti untuk PBR.

“Saya tidak berniat memukul wasit Muhaimin. Saya hanya berusaha menariknya untuk mengajaknya berdiskusi setelah memberikan penalti buat PBR (Pelita Bandung Raya) karena itu bukan pelanggaran. Ketika menariknya, kepala wasit langsung menengok ke kiri dan kemudian mengenai tangan saya,” ujar Pieter kepada wartawan, Kamis (25/4/2013).

Pieter berharap Komdis PSSI tidak memberikan hukuman seberat itu kepadanya. Dia mengharapkan Komdis mendengarkan pembelaannya terlebih dahulu sebelum menjatuhkan hukuman untuknya kemarin.

“Komdis harus melihat dengan baik-baik. Mendengar kesaksian saya sebagai pemain sepakbola dan manusia biasa. Saya akan banding dan telah meminta bantuan dari Persiwa,” harap Pieter.

“Mungkin, dalam 1-2 hari saya akan mulai mengajukan banding. Saya sangat kaget dengan keputusan Komdis PSSI. Saya berharap, banding saya diterima dan mendapat keringanan karena mata pencarian saya dari sepakbola,” sambung pesepak bola kelahiran Biak, Papua tersebut.

Sebagai bukti penyesalannya, Pieter berharap bisa bertemu dengan Muhaimin untuk meminta maaf. Akibat pemukulan itu, Muhaimin mendapat luka yang cukup parah di bagian mulutnya. Sang pengadil lapangan itu mendapat tiga jahitan besar serta satu jahitan kecil.

“Saya ingin bertemu wasit untuk menyampaikan permintaan maaf namun belum bisa. Ini sudah menjadi tanggung jawab saya. Seribu maaf buat wasit,” kata Pieter dengan tulus.

“Saya sangat menyesal atas kelakuan dalam pertandingan itu. Apalagi, pertandingan itu disiarkan secara langsung. Tindakan itu tidak pantas dilakukan. Kejadian itu menjadi pelajaran terutama buat para pemain muda agar kejadian ini tidak terulang lagi,” tutup pemain yang memperkuat Persiwa sejak tahun 2002 tersebut.

Kabarbola.com - Kabar berita terlengkap seputar sepakbola dunia

Mesingol.com - prediksi pertandingan, highlight pertandingan, dan jadwal siaran langsung sepakbola

Follow twitter @bolaindo.com untuk mendapatkan berita terbaru sepakbola Indonesia!

Komentar Anda:
<
[X] close