BolaIndo.com






title Judi Online
hanabet
hanabet
poker
poker
poker
poker
poker
agen bola
betting303
 agen bola judi online, agen bola terpercaya, agen bola piala dunia 2014, judi bola, judi piala dunia, taruhan bola, bandar bola, taruhan online, judi poker
bet
agen bola
agen bola
agen bola
agen bola
Published On: Fri, May 3rd, 2013

Tatap masa depan, Dzumafo buka toko

"Asia Leading Online-Sports and Entertainment"

Herman Dzumafo Epandi arema masa lalu

Profesi atlet di Indonesia memang belum bisa dijadikan pegangan dalam jangka panjang. Berbeda dengan pegawai negeri sipil (PNS) ataupun karyawan perusahaan yang nasibnya lebih bisa terbaca hingga masa pensiun. Kondisi seperi ini menuntut para olahragawan untuk menyiapkan jaminan kehidupan dalam bentuk lain, baik itu pekerjaan sampingan maupun bisnis.

Kegelisahan serupa tampaknya hinggap di benak para pemain sepakbola, termasuk punggawa Persib Bandung. Saat ini, kompetisi si kulit bundar di tanah air belum mengenal masa kontrak dalam waktu yang lama. Kebanyakan pemain hanya terikat kerjasama dengan klub selama satu tahun saja. Selepas itu, tidak ada yang tahu kemana alur nasib si pemain mengarah.

Jika permainannya bagus, seorang pesepakbola tentu akan dipertahankan oleh tim tempatnya bernaung. Kalaupun dilepas, masih banyak klub lain yang membutuhkan teknik dan instingnya dalam berlaga di lapangan pertandingan.

Namun biasanya, itu pun hanya berlangsung beberapa tahun saja, karena di dunia olahraga terdapat era keemasan dan masa antiklimaks dari seorang atlet. Bahkan saking singkatnya, rentang waktu satu dekade sudah menjadi waktu yang luar biasa lama bagi masa keemasan seorang atlet.

Belum lagi, ancaman cedera menjadi salah satu konsekwensi pasti bagi olahragawan, terutama olahraga dengan kontak fisik langsung seperti sepakbola. Sekali saja pemain mendapat cedera parah, maka kelangsungan kariernya bisa terancam.

Mengantisipasi hal-hal tersebut, striker Persib Bandung Herman Dzumafo mengaku sudah memiliki beberapa persiapan. Salah satunya adalah dengan membuka usaha alat-alat olahraga, terutama sepakbola. Sebagian hasil kerjanya dalam mengolah si kulit bundar, dijadikan modal untuk membuka sebuah toko di Pekanbaru, Riau. Kota Pekanbaru menjadi pilihan, karena di sanalah Dzumafo mengawali karier sepakbola di Tanah Air. Bahkan di bertahan selama empat musim di klub setempat, PSPS Pekanbaru.

“Sebagai pemain bola, saya kan tidak tahu setelah berkarier di sepak bola apa yang akan saya lakukan. Jadi saya buka usaha peralatan olahraga, seperti baju, sepatu, dan barang-barang lainnya. Tokonya ada di Pekanbaru, namanya Dzumafo Sport,” tuturnya dengan senyum percaya diri.

Terhalang jarak, bukan berarti usahanya itu dibiarkan begitu saja. Bahkan keterikatan dengan Persib Bandung tidak membuat Dzumafo kehilangan kontrol terhadap toko tersebut. Suatu saat, ketika karier di dunia sepakbola meredup, dia mengaku akan berkonsentrasi untuk mengembangkan usahanya.

“Saya dari sini (Bandung) memberi masukan, apa yang harus dilakukan agar toko itu tetap bertahan. Ini sebagai persiapan saya di hari tua, dari sekarang saya sudah berpikir ke arah sana,” pungkas Dzumafo.

Kabarbola.com - Kabar berita terlengkap seputar sepakbola dunia

Mesingol.com - prediksi pertandingan, highlight pertandingan, dan jadwal siaran langsung sepakbola

Follow twitter @bolaindo.com untuk mendapatkan berita terbaru sepakbola Indonesia!

Komentar Anda:
Komunitas Poker Indonesia Terbesar dan Terpercaya
<
[X] close