Performa Timnas Indonesia proyeksi Piala AFF 2010 masih jauh dari kata memuaskan. Paling tidak, itulah yang tersaji saat Bambang Pamungkas dkk melakoni laga uji coba melawan klub Divisi Utama Persita Tangeran di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam. baca selengkapnya »
Penampilan Perdana Timnas Piala AFF ~ Jumat, 03 September 2010 10:44
PREDIKSI PERTANDINGAN
HASIL PERTANDINGAN
Playoff Divisi Utama
Kamis, 5 Agustus 2010
Persiku 5 - 1 Persires

Selasa, 3 Agustus 2010
Persis 3 - 0 Persires

Piala Indonesia
Minggu, 1 Agustus 2010
Sriwijaya 2 - 1 Arema

Sabtu, 31 Juli 2010
Persik 1 - 0 Persipura
Indonesia 1986-87, Saat Merah Putih Berkibar

"Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku.... Indonesia raya merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia raya…."

JUTAAN anak bangsa tak kuasa menahan haru mendengar lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang di langit biru. Rasa bangga tak terkira, karena hanya para juaralah yang berhak menyanyikan lagu kebangsaannya di arena pertarungan antarbangsa. Dan, timnas Indonesia berhak menyanyikan lagu sakral tersebut sebagai imbalan mengangkangi medali emas SEA Games 1987. Untuk pertama kalinya pula, sepak bola Indonesia mampu mengibarkan bendera Merah Putih di kejuaraan antarbangsa.

Saat itu, langit bulan September betul-betul terasa biru bagi rakyat Indonesia. Lewat gol tunggal Ribut Waidi di menit ke-91 ke gawang Malaysia di partai final, untuk pertama kalinya Indonesia bisa merengkuh medali emas sepak bola di ajang SEA Games.

Ini merupakan trofi antarbangsa pertama yang pernah direbut timnas Indonesia. Dominasi Thailand dipatahkan. Kekuatan Malaysia dibenamkan. Sungguh prestasi yang heroik. “Pendahulu-pendahulu kami juga tak kalah hebatnya, tapi mereka tidak pernah berhasil mempersembahkan gelar juara. Wajar jika kami sangat bangga atas prestasi ini,” ujar Patar Tambunan, gelandang kanan yang ikut berandil mempersembahkan medali emas SEA Games 1987, Selasa (21/12).

Tidak hanya Patar Tambunan yang patut berbangga hati. Semua pecinta bola Indonesia pastilah ikut bangga. Melihat prestasi timnas Indonesia kala itu, semua warga yang punya KTP Indonesia bisa sedikit mendongakkan kepala. Indonesia bukan lagi tim macan kertas. Indonesia adalah yang terkuat, setidaknya di Asia Tenggara.

“Malah kami juga terhitung 4 besar di Asia,” ucap striker legendaris Indonesia, Ricky Yakobi, Selasa (21/12). Statement Ricky bukan sekadar bualan. Satu tahun sebelumnya, tim perebut medali emas SEA Games 1987 ini berhasil menapaki babak semifinal Asian Games 1986. Ini adalah prestasi tertinggi dalam lembaran sejarah sepak bola nusantara. Yang hingga saat ini, Indonesia belum bisa mengulanginya.

BERSATU LUAR DALAM
Tak dapat disangkal, timnas Indonesia 1986-87 merupakan timnas terhebat yang pernah dimiliki Indonesia—jika ukurannya trofi antarbangsa. Saat itu Indonesia punya pemain besar semacam Herry Kiswanto, Rully Nere, Robby Darwis, dan Ricky Yakobi. Talenta hebat yang kemudian berpadu dengan pelatih tak kalah hebat, mendiang Bertje Matulapelwa.

“Bertje adalah pelatih hebat. Prinsip open management yang diterapkannya mampu menciptakan iklim tim yang kondusif,” kenang asisten pelatih Bertje kala itu, Sutan Harhara, Selasa (21/12).

Prestasi Indonesia kala itu memang tak bisa dilepaskan dari sosok pelatih yang dijuluki "Sang Pendeta" tersebut. Dia bisa menyatukan pemain dari unsur yang berbeda, Galatama dan Perserikatan. Patut dicatat, saat itu beredar rumor bahwa pemain alumni Galatama tidak begitu akur dengan alumni Perserikatan.

Embrio generasi emas itu terbentuk, pada akhir 1985. Setelah proyek timnas Garuda 1 selesai, PSSI memberikan mandat kepada Bertje guna membentuk tim baru. Mandat yang berat, pasalnya mental Indonesia sedang terpuruk setelah dibantai Thailand 0-7 di SEA Games 1985.

Bertje mencoba membangkitkannya. Dengan lugas dia mengumpulkan talenta berbakat dari Galatama (seperti Ricky Yakobi dan Nasrul Koto), Perserikatan (Robby Darwis, Ribut Waidi, dll) dan sejumlah alumni Garuda 1 (semacam Patar Tambunan dan Marzuki Nyak Mad).

Proses pembentukan tim yang padu, ujar Sutan Harhara, ternyata gampang-gampang susah. Saat tim sudah lumayan padu, pada medio 1986 iklim tim hampir rusak karena masalah duit. Uang saku dari PSSI kepada pemain dinilai terlalu minim.

Bayangkan saja, hadiah dari KONI untuk medali emas hanya Rp 1 juta per pemain. Sedangkan uang saku per bulannya selama pelatnas tak kalah mepet, kurang dari Rp 750.000/bulan. Herry Kiswanto berkisah, dia bersama semua anggota tim pernah meminta kenaikan uang saku.

Sayang, tuntutan tersebut tak digubris. Patah semangat? Untungnya tidak. Panggilan membela negara, ujar Herry Kiswanto, jauh lebih penting. Berkat suntikan semangat dari Bertje, para pemain Indonesia membuang jauh-jauh nafsu mengumpulkan duit. Yang tertanam hanya satu kalimat, kibarkan Sang Merah Putih di langit internasional. Tim Merah Putih di tangan Bertje, sebulan sebelum Asian Games digelar, sempat melakukan uji coba lebih dari sebulan di Brasil. Formasi baru 4-3-3 yang memasang Ricky Yakobi sebagai striker tunggal ternyata lumayan paten. Hasilnya terbaca pada Asian Games 1986. Indonesia lolos ke semifinal. Sayang untuk kemudian kandas di tangan Korea Selatan.

Seusai Asian Games, Bertje melakukan perubahan besar. Ban kapten dipindahkan dari lengan Herry Kiswanto ke Ricky Yakobi. Padahal, umur Ricky kala itu baru 23. “Bertje ingin melakukan regenerasi. Dan, aku merasa sudah saatnya dilakukan,” ujar Herry.


Regenerasi itu berlangsung cemerlang. Indonesia benar-benar terbang tinggi di SEA Games 1987 Jakarta. Di hadapan pendukung setia, Indonesia tampil trengginas. Seusai membabat Burma 4-1 di semifinal, Indonesia menjinakkan Malaysia 1-0 di partai puncak.


Indonesia juara. Merah Putih pun berkibar di langit Asia Tenggara. (yoyok/SOCCER)

Fakta timnas Indonesia 1986-87
Pelatih: Bertje Matulapelwa
Skuad: Ponirin Meka, Jaya Hartono, Robby Darwis, Herry Kiswanto, Marzuki Nyak Mad, Sutrisno, Budi Wahyono, Patar Tambunan, Nasrul Koto, Rully Nere, Azhary Rangkuti, Ricky Yakobi, Ribut  Waidi.
Prestasi: Semifinal Asian Games 1985, Juara SEA Games 1987

Raihan Timnas PSSI di level SEA Games
Indonesia baru resmi ikut ajang SEA Games pada 1977. Selama kurun itu hingga saat ini, Indonesia hanya sempat 2 kali terbang tinggi. Pertama pada SEA Games 1987. Kedua pada 1991. Setelah itu prestasi Tim Merah Putih cenderung melorot.

1977 - Semifinal
1979 - Peringkat ke-2
1981 - Peringkat ke-3
1983 - Penyisihan grup
1985 - Semifinal
1987 - Juara
1989 - Peringkat ke-3
1991 - Juara
1993 - Semifinal
1995 - Penyisihan grup
1997 - Peringkat ke-2
1999 - Peringkat ke-3
2001 - Semifinal
2003 - Penyisihan grup
2005 – Semiifinal
2007 – Penyisihan gup
2009 – Penyisihan grup

 (kompas)
 

Topik Terkait :
www.kabarbola.com
Komentar
ita_fsk@yahoo.com, Minggu, 15 Aug 2010 15:12
Buat para pemilik persatuan sepakbola dimanapun berada...saya punya satu lagu utk dijual putus, yg memang diciptakan sebagai lagu ikon persatuan sepakbola..lagu tersebut dibuat saat mengikuti lomba cipta lagu Persib, tapi tidak masuk nominasi. Dan beberapa waktu yg lalu sudah ditawarkan dan disetujui oleh salah satu persatuan sepakbola di salah satu kabupaten di Papua, hanya karena sesuatu hal,(karena transaksinya tidak jelas dalam waktu 5 bulan)diputuskan ditarik kembali dan dibatalkan oleh saya. Seandainya berminat bisa hubungi saya di email saya : ita_fsk@yahoo.com, HP 08122138485
PANSER , Sabtu, 12 Dec 2009 09:52
RIBUT WAIDI dan BUDI WAHYONO itu PSIS !!!! pemain psis jg banyak menyumbang kontribusi waktu taun 86-87 , dan pas tahun 87 emang psis juara perserikatan .... jadi jangan memandang wilayah dech...kalo emang pemain itu bagus ya ambil aja....gk peduli itu dari mana , yg penting kan masih INDONESIA !!!
BONEK, Sabtu, 12 Dec 2009 09:40
Pemain kita itu sebetulnya udah bagus, terutama saat main di klub, tapi begitu membela timnas mereka nggak punya jiwa militan, nasionalisme dan semangat tempur serta kebanggaan. Dan yg paling parah nggak punya MENTAL JUARA dan MATA DUITAN. Masalah mental juara dan nasonalisme masih bisa di benahi. Hanya faktor militan, berani bertarung di lapangan dan semangat membara ini adalah pilihan. Jangan asal comot pemain yg punya skill ball bagus tapi lembek dan loyo. Coba di pikirkan lagi untuk lebih banyak mengambil pemain dari: Jawa Timur, Sumut dan Sulsel. Hanya daerah ini yg paling punya faktor itu. Ingat!! Vietnam dan saat ini Laos bisa bagus karena faktor itu tadi.. kalau skill sih jauh lah sama pemain kita. Dan untuk menutupi skill pemain bisa ambil pemain lebih banyak dari Papua. Udah deh kombinasi 4 daerah itu (Jatim, Sumut, Sulsel dan Papua) sudah cukup berbicara banyak. Dan terakhir copot BENDOL, lihat mukanya aja udah eneg.
BONEK, Sabtu, 12 Dec 2009 09:22
@PSMS plus & @preman medan. Goblog banget seh.. Jaya Hartono itu pemain Niac Mitra, Marzuki & Patar tambunan adalah pemain persija, Azhari itu Pelita jaya, dan Ricky Yakobi itu Arseto solo..., jangan asal njeplak
Gokil, Sabtu, 12 Dec 2009 09:20
Bubarkan saja PSSI..
pret, Sabtu, 12 Dec 2009 06:04
belum bisa dijadikan ukuran... lagian saat itu lawan indonesia di asean hanyalah tim2 baru berkembang. jd apa yg dibanggakan ?
wisnu jakemayoran, Sabtu, 12 Dec 2009 03:29
DuLu Pemain KITA PUNYA MENTAL & MOTIVASI YG BAGUS, bangga akan MENGGUNAKAN BAJU TIMNAS
KL seKaraNg Pemain Kita tidak Punya MENTAL & MOTIVASI tuk Mengibarkan SANG SAKA MERAH PUTIH....
Tuk SEMUA PECINTA SEPAK BOLA di TANAH AIR
Kita Harus Bisa MengembaLikan MENTAL & MOTIVASI Para Punggawa-Punggawa TIMNAS
oren, Sabtu, 12 Dec 2009 02:34
@Preman Medan...: SALAH BANG..., TIMNAS yang turun di Sea games 2009 kebanyakan talenta2 dari indonesia timur.. ya gitu deh jadi.
quwir, Sabtu, 12 Dec 2009 01:02
bangga karena qt adalah negara yang populasinya 4 terbesar di dunia namun lesu tatkala melhat tim bola merah putih keok saat bertanding....rasa hiba yang mendalam tak harus dilanjutkan, qt aharus menatap kedepan mencari bibit2 unggul pesepak bola handal dan profesional TETAP SEMANGAT karena hidup harus berjuang SEMANGAT>>>>...i love u full
love RI, Jumat, 11 Dec 2009 21:28
klo dari stock pemain sebenernya gak masalah, saat ini byk talenta2 berbakat, kayaknya yg jd akar masalah "krisis figur" di organisasi yg ngurusin persepakbolaan Indonesia...
[1] [2]
Beri Komentar
Nama :
ImgVer
BOLAINDO.COM
Ongisnade
- Arema Indonesia News Online

media online pasoepati

bonek cyber

singa mania

persipura mania

suporter

bola, sepakbola, piala dunia, video highlight

eXTReMe Tracker