Pergantian pucuk pimpinan Mitra Kukar ternyata berimbas pada kursi manajer. Fahmi Yusuf yang sudah 3 musim menangani Mitra Kukar kemungkinan besar akan tergeser dari kursi panas tersebut.
Ketua Umum Mitra Kukar saat ini, Faturrahman mengatakan dalam rapat yang akan digelar hari ini, hal itu akan diputuskan. Memang belum ada kepastian hal tersebut, namun ia membenarkan tentang wacana penggantian Fahmi.
“Ya memang seperti itu. Senin besok (hari ini, Red.) pengurus akan rapat dan menyusun kepengurusan baru. Fahmi tidak kami coret dari tim, memang ia tidak jadi manajer lagi, tapi ia tetap kami pertahankan di tim,” ucap Faturrahman.
Perihal pergantian manajer tersebut, Faturrahman enggan hal itu dikaitkan dengan keberadaan Fahmi yang erat kaitannya dengan ketua umum lama Sugiyanto yang digantikannya. Faturrahman memilih menanggapinya tanpa sangkut paut masalah politik.
“Kalau ada masalah dengan politik di Kukar, saya tidak ingin mencampuradukkanya dengan kepentingan Mitra saat ini. Yang jelas kami sudah berkomitmen untuk menyelamatkan Mitra di kompetisi,” ucap wakil ketua DPRD Kukar tersebut.
Saat ini, Faturrahman mengaku lebih mementingkan penyelamatan Mitra dengan cara mencairkan sumber keuangan yang mungkin didapat. Seperti rencana sebelumnya, ia juga akan melibatkan perusahaan yang beroperasi di Kukar untuk memberikan dukungan. Selain itu, sumber dana dari APBD juga sedang diupayakannya untuk memberikan jaminan keselamatan tim berjulukan Si Naga Mekes tersebut.
Sementara itu, Fahmi Yusuf yang dikonfirmasi masalah ini mengatakan tidak mempermasalahkan jika renana pencopotannya dari kursi manajer tetap terlaksana. Menurutnya jabatan manajer adalah amanah. Apalagi dengan kemerosotan prestasi Mitra, ia juga harus menanggung tanggung jawab.
“Kalau memang saya dianggap gagal dan akan diganti, itu tidak masalah. Apalagi kalau dengan penggantian itu tim ini lebih bisa berprestasi, saya akan sangat senang,” ucapnya.
Fahmi memang memiliki rekam jejak yang sangat dekat dengan keberadaan Mitra Kukar saat ini. Sebenarnya pria yang dulu pernah berseragam Persiku Kutai tersebut hampir meloloskan Mitra ke tangga Superliga musim lalu. Hanya saja, timnya kandas di babak 8 besar setelah hanya mampu menempati urutan ketiga di bawah Persisam Putra dan Persebaya.
Akibatnya Mitra gagal menembus babak empat besar sebagai titik terakhir sebelum penentuan tim promosi. Prestasi yang sama sebenarnya sudah diukir Mitra untuk naik kasta ke level tertinggi sepak bola tanah air. Lebih tragis karena posisi 3 Mitra Kukar di Divisi Satu (sekarang Divisi Utama), sejatinya sudah memberikan tiket promosi. Namun saat itu terjadi peleburan tim divisi utama gagal Superliga dengan tim Divisi Satu.
“Ya, kalau saya harus mundur dari tim ini, paling tidak saya sudah pernah membuat cerita. Harapannya, kalaubisa prestasi manajer baru lebih cemerlang dari yang kami buat. Sebagai warga Kutai, saya menginginkan tim kami berlaga di Superliga, ada atau tanpa saya,” ucap Fahmi. (obi/kaltimpost)







| Klub | M | W | D | L | P |
|---|---|---|---|---|---|
| Arema | 34 | 23 | 4 | 7 | 73 |
| Persipura | 34 | 18 | 13 | 3 | 67 |
| Persiba | 34 | 15 | 9 | 10 | 54 |
| Persib | 34 | 16 | 5 | 13 | 53 |
| Persija | 34 | 14 | 10 | 10 | 52 |
| Persiwa | 34 | 15 | 5 | 14 | 50 |
| PSPS | 34 | 14 | 7 | 13 | 49 |
| Sriwijaya FC | 34 | 14 | 6 | 14 | 48 |
| Persijap | 34 | 13 | 7 | 14 | 46 |
| Persema | 34 | 13 | 6 | 15 | 45 |
| Bontang FC | 34 | 12 | 8 | 14 | 44 |
| Persisam | 34 | 12 | 8 | 14 | 44 |
| PSM | 34 | 12 | 7 | 15 | 43 |
| Persela | 34 | 12 | 6 | 16 | 42 |
| Pelita Jaya | 34 | 10 | 9 | 15 | 39 |
| Persebaya | 33 | 10 | 6 | 17 | 36 |
| Persik | 33 | 9 | 9 | 15 | 36 |
| Persitara | 34 | 7 | 7 | 20 | 28 |
| Klub | M | W | D | L | P |
|---|
| Klub | M | W | D | L | P |
|---|
| Klub | M | W | D | L | P |
|---|