Selasa, 09 Februari 2010 13:45
Ratusan supporter fanatik Persib Bandung, Viking Persib Club tiba di Stasiun Kota Kediri, Selasa (9/2/2010) siang.
Para pendukung "Maung Bandung" yang turun dari Kereta Api (KA) Kahuripan Jurusan Kiara Condro Bandung-Kediri itu mendapat pengawalan belasan anggota Dalmas Polresta Kediri. Seluruh barang bawaan dan atribut diperiksa petugas.
Dimpinpin langsung oleh Iptu Priyono, kepala Satuan Tugas (Satgas), petugas memberikan briefing kepada Viking, sebelum akhirnya membawa mereka ke Stadion Brawijaya Kediri.
“Kita kawal supporter tim tamu ini ke Stadion Brawijaya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka akan kita tempatkan di depan SMA Negeri 8 Kediri, tepat di depan pintu masuk pemain di stadion,” kata Priyono.
Menurut keterangan Batak, koordinator The Viking asal Bogor, mereka berangkat dari Bogor pada Senin (8/2/2010) sekitar pukul 19.00 WIB. “Kalau jumlah total yang datang ke Kediri sekitar 150 orang dari berbagai daerah di Bandung,” kata Batak.
Sementara Hanuk, koordinator asal Bandung mengatakan, bersama rombongannya berangkat dari Bandung pada hari Senin (8/2/2010) sekitar pukul 12.00 WIB. Viking sengaja tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan manajemen Persik Kediri, karena mereka datang dari berbagai daerah.
Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) Kediri Hendri Ego saat dikonfirmasi mengenai kedatangan Viking yang mendadak itu, mengaku akan tetap bertanggung jawab. Termasuk, memberikan fasilitas kemudahan dalam mendapatkan tiket, dan keamanan. (nanang masyhari/beritajatim)
Topik Terkait :
Komentar
@@ivan gunawan, Rabu, 10 Februari 2010 08:00
lu nggak ngerti bahasa implisit sich....., biasa merendah untuk meninggikan mutu, kayak ngejek padahal narsis ha..ha.., artina aink keur payu pareubut jadi sponsor tah eta maksudna jadi ulah waka ngambeuk heula atuch kang
Damai yes..yes.., Rabu, 10 Februari 2010 07:59
saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya pendukung "persik mania....", karena dia (yg meninggal) tersebut masih merupakan teman kita juga yang merupakan bagian dari suporter pendukung TIM Sepak Bola indonesia kebaggaan kita,jadi sudah sepantasnya harus berbelasungkawa atas meninggalnya rekan kita dari suporter persik kediri yang kita kenal "Persik Mania".semoga hal ini tidak terjadi lagi di laga-laga selanjut nya dalam kasta liga persepak bolaan indonesia.... Yes... hidup para suporter Indonesia, mari kita jadikan sepak bola indonesai menjadi hebat dan mudah-mudahan para pemain-pemain asing lainnya dari darata eropa terutama Inggris dan lainnya tertarik untuk menjajal kompetisi di indonesai yang luar biasa..... yes hidup sepak bola indonesia................
bwt yg di bawah ini., Selasa, 09 Februari 2010 23:39
Tenang gan, agan ivan gunawan tuh maksudnya nyindir yang lain yang gak punya sponsor...soalnya emang kalo banyak sponsor kn jadi banyak tempelan...kalo pengemisnya aja kayak begitu, apalagi yang gak punya uang sama sekali? kita mah bersyukur aja udah punya banyak sponsor...jangan kepancing emosinya gan...orang mau ngatain apa aja ya suruh aja berkaca ke diri sendiri...yang penting DAMAI DI HATI, DAMAI DI DUNIA...
@ ivan gunawan, Selasa, 09 Februari 2010 23:20
loe sirik yah ma persib yg udah byk sponsor bermunculan memberikan sokongan dana yang begitu melimpah
Bobotoh MKN UNPAD, Selasa, 09 Februari 2010 23:05
Turut berduka cita atas meninggalnya suporter di Brawijaya, semoga tidak terulang, Panpelnya wajib diberi hukuman, karena dengan sengaja menjebak warga kediri untk datang berbondong-bondong ke stadion yg kapasitasnyA dikit bgt dgn memberi diskon tiket 50% dibumbui dgn membuat isu balas dendam sama persib, ini bisa dikatakan provokatif dan sengaja, Bravo Persib aing...
komdis panen lagi, Selasa, 09 Februari 2010 20:55
Meluber dan Rusuh, Persik Tunggu Sangsi Komdis
Selasa, 09 Februari 2010 20:11:41 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Kediri (beritajatim.com) – Persik Kediri harus siap menunggu sangsi yang akan diberikan oleh Komisi Disiplin (Komdis). Hal ini dikarenakan melubernya supporter hingga seatel banch atau area pemain cadangan pada laga big macth menjamu Persib Bandung di Stadion Bhrawijaya Kediri
Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persik Kediri Bambang Sumarjono mengaku siap apabila suatu saat dimintai penjelasan oleh Komdis. “Ya kami siap,” kata Bambang Sumarjono, lesu, Selasa (9/2/2010) petang.
Bambang menambahkan, akibat diskon tiket hingga 50 persen itu memang membuat penonton membeludak. Bahkan, diperkirakan ada sekitar 22.000 lebih penonton yang datang. Padahal, kapasitan Stadion Brawijaya Kediri hanya sebanyak 14.000 orang. Sampai akhirnya para penonton ini melanggar pembatas yang telah ditentukan
Laga Persik kontra Persib ini memang diwarnai aksi kerusuhan penonton. Selain ada satu supporter yang tewas, dan empat luka-luka-luka. Satu diantaranya adalah Lingga, seorang supporter dari Persib Bandung, The Vicking asal Bandung. Stadion Bhrawijaya juga rusak. Empat buah lampu penerangan mati akibat tersambar petir. Sedangkan pintu masuk rusak dijebol oleh penonton
“Kita belum dapat menginventarisir kerugian. Tapi yang jelas, untuk satu lampu itu seharga Rp 200 ribu. Belum lagi pintu yang dijebol oleh penonton yang tidak berhasil masuk,” terang Bambang Sumarjono.[nng/ted]
Criiit, Selasa, 09 Februari 2010 20:35
pertandingan yg berakhir aman dan damai,hidup PSSI,hidup
komdis.....
CREEET, Selasa, 09 Februari 2010 20:31
Pertandingan yg indah,damai selalu seporter indonesia,hidup persib,persik sabar yaa.
mencret, Selasa, 09 Februari 2010 20:13
pertandingan menarik,krn ada 4 goal tercipta..dasar pencret
bonek vagyna lower, Selasa, 09 Februari 2010 19:39
Kediri (beritajatim.com) – Satu suporter yang tewas kini berada dikamar mayat RSUD Gambiran Kota Kediri. Pria tanpa identitas yang ditengarai dalam keadaan mabuk itu sebelumnya sempat menantang sejumlah anggota kepolisian yang berjaga.
Menurut sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, korban tewas karena mengalami luka dalam karena dugaan dianiaya oleh sejumlah supporter lainnya. Pasalnya, korban sempat membuat onar dalam keadaan terpengaruh oleh nimuman keras.
Sementara itu, empat korban lainnya kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit milik Pemerintah Kota Kediri. Satu diantaranya, adalah seorang cewek, yang ditengarai The Vicking.
Tiga yang lain adalah persikmania. Ada yang terjatuh, dan ada yang terkena lemparan batu dari supporter lainnya
Atas kejadian itu, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel) Persik Kediri Bambang Sumarjono mengaku prihatin. Pihaknya siap apabila sewaktu-waktu dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
Saat ditanya mengenai pemberian santunan, Bambang Sumarjono mengaku masih akan melakukan koordinasi dengan managemen Persik Kediri yang lain.
"Saya harus tahu dulu kejadian yang sebenarnya dari anggota yang ada dilapangan," terang Bambang, Selasa (9/2/2010).
Sekedar diketahui, sampai saat ini sudah ada dua korban tewas di Stadion Bhrawijaya Kediri. Kejadian ini membuat Panpel Persik Kediri prihatin dan berusaha membenahi managemen pengawasan, terutama kepada penonton yang nekat melompat pagar.[nng/ted]